Tim SAR Kembali Lakukan Pencarian Nelayan Tenggelam di Ende

Editor: Makmun Hidayat

ENDE — Tim SAR Gabungan Kelas B Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali melakukan pencarian nelayan tenggelam pada hari kedua, Rabu (2//9/2020).

“Tim SAR Gabungan hari ini masih melakukan pencarian di hari kedua. Kemarin setelah menerima laporan adanya nelayan tenggelam kami langsung lakukan pencarian korban,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, Flores, I Putu Sudaya, ES, MAP.

Sebelumnya Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Maumere, Flores, pada Selasa (1/9) sekitar pukul 07.55 WITA  menerima laporan dari  Syahrul Ende tentang kejadian tenggelamnya seorang nelayan.

Nelayan tersebut terjatuh dari kapal lempara saat mencari ikan di sekitar Perairan Raba, Kecamatan  Ende Selatan, Kabupaten Ende dengan lokasi kejadian berjarak 4,58 NM dari Pelabuan Perikanan Ende.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, Flores, I Putu Sudayana, SE, MAP saat ditanyai, Rabu (2/9/2020). -Foto  Ebed de Rosary

Putu menjelaskan, kejadian bermula saat Arifuddin seorang laki-laki berusia 31 tahun yang beralamat di Dusun Amburima Kelurahan Rukun Lima Ende Selatan sedang mencari ikan di Perairan Raba.

Ia melanjutkan, saat sedang melaut, sekitar pukul 05.30 WITA, Arifuddin terjatuh dari kapal lempara yang digunakannya untuk menangkap ikan dan setelah menerima laporan pihaknya langsung mengerahkan potensi SAR guna lakukan pencarian korban.

“Kami bekerja sama dengan instansi potensi SAR yang ada di wilayah kerja Basarnas Maumere khususnya Wilayah Ende untuk bersama-sama melaksanakan Operasi SAR,” ungkapnya.

Putu menjelaskan, pada pukul 08.10 WITA setelah menerima laporan pihaknya langsung memberangkatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Ende berjumlah 2 orang dan Potensi SAR yang terdiri dari  Polair Ende 3 orang serta Pos AL Ende, KSOP, Polres dan BPBD Ende masing-masing berjumlah 2 personel.

Dirinya menjelaskan, proses Operasi SAR pencarian hari pertama dilaksanakan dengan menggunakan 1 unit rubber boat siaga SAR Ende dan 1 unit speed boat 80 PK Polair Ende, serta 3 unit perahu nelayan di sekitar lokasi kejadian,.

“Operasi SAR hari pertama hingga pukul 18.00 WITA kemarin masih nihil dan sedang dilanjutkan pencarian hari ke dua hari ini yang dimulai pada pukul 06.00 WITA,” ungkapnya.

Putu berharap kepada seluruh Tim SAR Gabungan untuk melaksanakan operasi SAR sesuai rencana operasi yang telah dibuat dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan serta tetap semangat dan optimis dalam melaksanakan operasi SAR hari kedua ini.

Jamaludin, salah seorang nelayan asal Kecamatan Nangapenda Kabupaten Ende yang ditanyai mengaku sejak seminggu terakhir angin bertiup kencang saat siang hari sehingga kondisi laut di pantai selatan Ende bergelombang.

Dia mengatakan, banyak nelayan lempara, bagan termasuk pemancing gurita yang memilih tidak melaut sudah beberapa hari karena kondisi laut tidak bersahabat dan kecepatan angin pun terkadang meningkat.

“Sejak minggu lalu banyak nelayan yang memilih tidak melaut karena sedang terjadi angin kencang. Kami pun lebih memilih menunggu hingga angin reda baru kembali beraktivitas di laut lagi,” ujarnya.

Lihat juga...