Tingkat Hunian RS Darurat GOR PCB Hampir Penuh

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi mengatakan, saat ini tingkat hunian untuk isolasi pasien Covid-19 tingkat ringan di Rumah Sakit Darurat GOR Patriot Chandra Baga (PCB) hampir penuh.

“Saat ini sudah terisi sekira ada 50 pasien. Insya Allah, ada yang sudah selesai menjalani isolasi. Makanya saya sampaikan hampir penuh,” ungkap Rahmat Effendi Wali Kota Bekasi, dikonfirmasi usai menghadiri Ground Breaking DPD Golkar, Selasa (29/9/2020).

Dikatakan untuk penambahan RS Darurat seperti hotel sampai sekarang masih dalam proses. Ditegaskan bahwa proposal sudah masuk, ke BNPB tinggal menunggu respon saja.

Pemkot Bekasi terus melakukan rapid tes ke berbagai lokasi dengan jumlah yang dilakukan mencapai 50 ribuan. Sementarates swab ada 47 ribu sekarang.

“Alatnya masih ada, tapi sample swab lebih banyak. Sehingga terjadi antrean. Saat ini ada penambahan tiga rumah sakit agar tidak bertumpuk di satu tempat,”paparnya.

Diketahui seminggu terakhir jumlah kumulatif kasus Covid-19 di wilayah Kota Bekasi dari Maret hingga dua hari lalu sudah mencapai 3.237 kasus hingga wilayah setempat kembali menyandang zona merah. Penambahan tersebut karena tes dilakukan secara massif di sejumlah lingkungan Kota Bekasi hingga banyak di temukan klaster keluarga.

“Sepanjang warga belum tertip tentu yang didapat dari rapid kit PCR akan terus meningkat. Adanya kenaikan, karena rutin dilakukan tes. Tapi jika warganya tertib maka insya Allah menurun,” tegasnya.

Ketua DPRD Kota Bekasi Choiruman J Putro, sebelumnya meminta Pemkot Bekasi memperkuat pengawasan tempat hiburan malam, seperti kafe, yang saat ini masih beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut menanggapi banyaknya warga dari luar Kota Bekasi mencari hiburan ke wilayah setempat. Sehingga harus memperketat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Sebelumnya ada kafe di segel karena viral beroperasi diluar batas pukul 23.00 WIB. Artinya perlu ada pengawasan diperketat. Hal tersebut bukan dari hasil pengawasan melainkan karena viral,” jelasnya.

Dia mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan karena tempat hiburan beroperasi di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut tentu berisiko tinggi terjadinya penularan.

Lihat juga...