Tingkatkan Produksi Udang, Gorontalo Utara Olah Lahan Pasif

IIustrasi. petani tambak udang - Foto Dok CDN

GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, memilih melakukan pengolahan lahan pasif menjadi areal tambak produktif, untuk meningkatkan produksi udang di daerah itu.

“Potensi perikanan budidaya di daerah ini mencapai 600,7 hektare, maka perlu dimanfaatkan dengan optimal, untuk meningkatkan produksi udang baik jenis vaname maupun windu,” ujar Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin, di Gorontalo, Minggu (27/9/2020).

Data Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan setempat melaporkan, produksi udang di 2019, untuk jenis vaname mencapai 1.940.270 ton, sedangkan windu 158.890 ton. Sementara produksi di 2020 ini, hingga semester I (satu) Juni 2020, udang vaname mencapai 98.266 ton dan windu 1.206.063 ton. “Belum terlalu besar, apalagi untuk memenuhi permintaan pasar dari berbagai daerah,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, akan meningkatkan sarana dan prasarana perikanan budi daya dengan mengolah lahan pasif menjadi aktif kembali.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Gorontalo Utara, Ramlah Mustapa mengatakan, pihaknya berupaya keras merubah pola budi daya yang dilakukan masyarakat. Dari secara tradisional dengan menggunakan teknologi budi daya secara semi intensif dan intensif, dengan perlakuan pemberian pakan buatan dan probiotik lainnya.

Serta penambahan pompa dan kincir, sebagai alat suplai oksigen bagi pertumbuhan udang sehingga panen cepat dan produksi besar. “Kita berharap, udang dari daerah ini yang sangat diminati, akan mampu berproduksi lebih besar lagi untuk memenuhi permintaan lokal maupun nusantara,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...