TPST Tambakrigadung Lamongan Mampu Olah Sampah 50 Ton/ Hari

LAMONGAN – Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang mampu mengolah sampah hingga 50 ton/hari, dan dilengkapi dengan fasilitas Waste Education Development Center (WEDC) yang dibangun PT Danone dan pemerintah setempat, di Kelurahan Banjarmendalan, Kecamatan Lamongan.

Bupati Lamongan, Fadeli, dalam keterangan persnya di Lamongan, Jumat, mengatakan jumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Indonesia memang banyak, namun TPST Tambakrigadung di Lamongan merupakan satu-satunya yang sudah berjalan dengan baik.

“Karena itu, harus dimaksimalkan fasilitas yang sudah ada ini, dan harus disosialisasikan kebersihan lingkungan kepada seluruh masyarakat di Lamongan, sehingga Lamongan ke depannya mampu menjadi kota zero sampah,” kata Fadeli.

Lamongan, kata dia, sudah 14 tahun menjadi Kota Adipura, dan berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.

“Kita tidak boleh berhenti sampai di sini, kita harus tetap semangat menjaga kebersihan lingkungan di Lamongan,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, mengatakan TPST yang berada di lahan seluas 5.500 m2 itu telah melalui mas uji coba sejak bulan Mei 2020, dan mulai beroperasi hari ini dengan ditandai pemotongan tumpeng.

Ia menjelaskan, inovasi TPST dimaksudkan untuk memenuhi program Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) dan Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada)

“Karena itu, TPST diharapkan mampu menyukseskan program Jakstranas dengan target pengelolaan sampah 100 persen terkelola dengan baik dan benar pada tahun 2025 (Indonesia Bersih Tanpa Sampah), yang diukur melalui pengurangan sampah sebesar 30 persen serta penanganan sampah sebesar 70 persen,” katanya.

Anang mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup, jumlah timbulan sampah di Kabupaten Lamongan adalah 393,18 ton/hari dengan rincian 36.68 ton/hari untuk wilayah administrasi perkotaan dan 356,50 ton/hari untuk wilayah nonkota di seluruh Kabupaten Lamongan. Jumlah sampah yang dilakukan penanganan di TPA adalah 55 ton/hari.

“Kapasitas operasional TPST tersebut, mampu mengolah sampah hingga 50 ton/hari. Kondisi eksisting yang terolah di TPST saat ini rata-rata mencapai 15 ton/hari, dengan kapasitas sampah yang terdaur ulang rata-rata mencapai 17 persen dari total timbulan sampah. Dengan demikian, jumlah sampah terkurangi mencapai 60-70 persen dari total timbulan sampah terolah, sehingga hanya 13 persen jumlah residu yag disalurkan dan dikelola TPA,” katanya. (Ant)

Lihat juga...