Uji Kemampuan Antar Satuan, Koopsau II Gelar Latihan Sikatan Daya

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Ratusan personil jajaran Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II mengikuti latihan Sikatan Daya 2020. Selain untuk menguji sejauh mana kemampuan dari setiap satuan, latihan juga bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkait kendala-kendala yang dihadapi.

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II (Pangkoopsau II) Marsekal Muda TNI Minggit Tribowo, S.IP., menyebutkan, dari 12 pangkalan udara yang dimiliki Koopsau II, ada tiga pangkalan udara lanud tipe A yang membawahi beberapa skadron udara, yang hari ini melaksanakan manuver lapangan bagaimana pelaksanaan tugas di tiap-tiap satuan jajaran Koopsau II melalui latihan Sikatan Daya.

Disampaikan, dalam latihan tersebut, personilnya akan mensimulasikam beberapa operasi udara yang menjadi tanggungjawab Koopsau II. Diantaranya adalah operasi intelejen udara, operasi udara serangan strategis, operasi udara perlawanan, baik perlawanan di udara maupun perlawanan di darat.

“Kemudian ada juga operasi dukungan udara yang meliputi pengisian bahan bakar di udara maupun penerjunan,” jelasnya saat membuka latihan manuver lapangan Sikatan Daya 2020, di Lanud Abdulrachman Saleh, Senin (28/9/2020).

Menurutnya, latihan kali ini bertujuan untuk menguji sejauh mana kemampuan dari setiap satuan sekaligus mendapatkan gambaran sejauh mana kendala-kendala yang dihadapi.

“Hal ini menjadi sangat penting karena setiap kegiatan kita bertujuan untuk menilai seberapa jauh kemampuan yang kita miliki dan seberapa ideal yang kita harapkan, sehingga dari situ kita dapatkan oputput apa saja yang harus kita tingkatkan, apakah dari sarana prasarana, kemampuan alutsista, atau bahkan kemampuan dari awak pesawat itu sendiri,” ungkapnya.

Selain itu juga untuk menguji doktrin yang kita miliki apakah sudah selaras dan evisien dengan tuntutan kita ke depan, tandasnya.

Lebih lanjut disebutkan, ada sekitar 706 personel yang dilibatkan dan 3 pangkalan operasi yang digunakan yakni Lanud Abdulrachman Saleh di Malang, Lanud Iswahyudi di Madiun dan Lanud Mulyono di Surabaya. Selain di tiga area ini, latihan juga dilakukan di AWR Pandanwangi Lumajanh yang miliki luas sekitar 700 hektar.

“Kita khusus memilih wilayah di AWR Pandawangi karena lokasi tersebut bagi TNI AU sangat ideal untuk dilaksanakan penembakan, baik pengeboman atau roket yang bisa dilakukan secara langsung dengan peluru tajam,” jelasnya.

Selanjutnya, dalam gelaran latihan yang dilaksanakan selama tiga hari (28-30 September 2020) tersebut ada 39 pesawat dari berbagai jenis yang dilibatkan, mulai dari 10 pesawat F16 , 6 pesawat T50, 6 pesawat Sukhoi 27/30, 8 pesawat Super Tucano, 5 pesawat Hercules dan 1 pesawar tanker serta 2 pesawat Cassa dan 1 Boeing intai 737 dari Makasar.

“Sebelumnya kami sudah melaksanakan gladi posko terhadap seluruh jajaran yang kita latihkan sebelum melaksanakan manuver lapangan. Disamping itu kami juga melaksanakan bakti sosial maupun pembagian masker kepada masyarakat sekitar Lumajang sebagai bentuk kepedulaian dari jajaran Koopsau II,” tandasnya.

Sementara itu disebutkan Lanud Abdulrachman Saleh mengerahkan 3 jenis pesawatnya yaitu Cassa 212, Hercules C 130 dan EMB 314 Super Tucano.

Lihat juga...