Vaksinasi Rabies Terkendala HPR Sulit Ditangkap

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kendala sulit ditangkapnya hewan penular rabies (HPR) berimbas vaksinasi tidak berjalan maksimal. Selain itu, juga terdapat beberapa pemilik yang enggan untuk menvaksin hewan peliharaannya dengan berbagai alasan.

Jumino, salah satu pemilik belasan ekor anjing menyebut tahun ini hewan kesayangan penjaga rumah miliknya tidak divaksinasi rabies. Meski demikian ia menjamin belasan ekor anjing miliknya telah jinak. Tanpa mengganggu ia pastikan anjing miliknya tidak akan menggigit.

Diliarkan sejak lima tahun silam, anjing peliharaanya tidak diikat dan sulit ditangkap. Kendala anjing yang hanya jinak kepadanya menyulitkan petugas melakukan vaksinasi. Tahun sebelumnya vaksinasi terpaksa didampingi olehnya meski tidak semua anjing bisa ditangkap. Sebagian memilih bersembunyi di bawah tumpukan kayu.

Hal yang sama dialami Christeva yang memiliki anjing peranakan golden retriever dan kucing. Lokasi untuk vaksinasi sebutnya ada di balai desa Pasuruan, namun anjing miliknya sulit dibawa keluar.

“Petugas yang datang untuk melakukan vaksinasi juga tidak mampu menangkapnya karena tidak terbiasa dengan orang asing, namun tahun kemarin telah dilakukan vaksinasi rabies sehingga lebih tenang,” terang Christeva saat ditemui Cendana News, Senin (28/9/2020).

Kendala HPR yang sulit dibawa, ditangkap untuk diberi vaksin rabies diakui Suyatno. Melalui pemerintah desa ia menyebut telah menerima surat edaran Nomor 524/1016/IV.23.2020 perihal pelaksanaan bulan bhakti rabies. Bagi sejumlah pemilik anjing, kucing, kera telah diinformasikan agar hewan yang akan divaksin disiapkan.

“Sistem jemput bola dengan mendatangi rumah pemilik jadi solusi agar HPR bisa diberi vaksin, meski sebagian ada yang tidak,”terangnya.

Sebagai upaya pengendalian rabies ia menyebut warga dianjurkan agar aktif melakukan vaksinasi yang dilakukan massal dan gratis. Di wilayah Pasuruan tercatat ada sebanyak 20 lebih HPR yang telah divaksinasi.

Udin, pemilik anjing dan kucing menyebut memelihara untuk menjaga aset. Sebab pemilik usaha penyewaan tenda itu menggunakan anjing untuk menghindari pencurian. Ia memilih memanggil petugas untuk melakukan vaksinasi di rumahnya.

“Sebagian anjing meski jinak kalau ada orang asing sulit ditangkap apalagi akan divaksin pasti lari,” bebernya.

Mohamad Tohir, vaksintor rabies dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyebut puluhan ekor HPR telah divaksin. Dominan jenis kucing, anjing dan kera telah dibawa pemilik ke petugas. Sebagai hari rabies setiap 28 September vaksinasi bertujuan meniadakan kematian akibat rabies. Kesadaran warga untuk melakukan vaksinasi ikut mendukung 2030 bebas rabies.

Samsu Rizal, kepala UPT Puskesmas Ketapang menyebut warga pemilik HPR dianjurkan melakukan vaksinasi. Vaksinasi disebutnya akan dilalukan oleh petugas dari Dinas Peternakan.

Sementara jika ada warga yang terkena gigitan HPR Puskesmas akan melakukan penanganan. Vaksin anti rabies sebutnya akan mencegah munculnya zoonosis atau penyakit dari hewan ke manusia.

 

Lihat juga...