Venue Bola Voli Pon 2021 Didaftarkan Masuk Rekor Muri

Venue bola voli pantai untuk PON Papua 2021 yang terletak di Koya, Kota Jayapura – foto Ant

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Papua mendaftarkan venue cabang olahraga voli untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021, masuk catatan Museum Rekor Indonesia (MURI).

Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Alexander Kapisa mengatakan, venue voli layak masuk catatan MURI, karena dibangun di atas gunung. Dan menjadi satu-satunya fasilitas yang memiliki delapan lapangan, baik untuk pertandingan maupun pemanasan.

Fasilitasnya-pun diklaim lengkap dan berstandar internasional. “Pemerintah Papua bersama PT PP (Pembangunan Perumahan) akan daftarkan venue ini ke MURI, karena venue bola voli Papua satu-satunya yang punya delapan lapangan. Uniknya itu lapangan pemanasannya berada di bawah tanah, Begitu juga lapangan voli pasirnya yang berada di atas gunung,” kata Kapisa, Rabu (16/9/2020).

Kapisa berharap, dengan adanya rekor MURI, dapat memotivasi atlet Papua untuk menorehkan prestasi gemilang di PON Papua 2021. “Ini venue voli termegah di Indonesia, dan hanya ada di Papua. Dengan kemegahan ini harus diikuti prestasi yang mumpuni,” tuturnya.

Manajer proyek PT PP, Adin Setiawan mengatakan, proses pembangunan venue voli saat ini sudah mencapai 99,5 persen. Akan selesai pada akhir September nanti. “Pekerjaan rampung nanti pada 30 September ini berdasarkan kontrak, sebenarnya harus rampung pada bulan Juli lalu. Namun dikarenakan adanya pandemi COVID-19, harus mendapatkan adendum kontrak berubah,” kata Adin.

Selain voli pantai, di tempat yang sama juga bakal dipertandingkan voli indoor. Arena voli pantai PON Papua 2021 mempunyai dua lapangan pertandingan, serta dua lapangan pemanasan. Terdapat tiga tribun yang bisa menampung 623 penonton. Sementara arena voli indoor, memiliki dua lapangan pemanasan di bawah tanah, dan dua lapangan pertandingan. Venue ini dapat menampung hingga 2.200 penonton.

Venue bola voli untuk PON Papua 2021 terletak di Koya, Kota Jayapura. Pembangunan venue diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp372 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Papua. (Ant)

Lihat juga...