Volume Ekspor Karet Sumut ke China Terus Meningkat

Ilustrasi.Getah karet – Foto Dok Ant

MEDAN – Volume ekspor karet Sumatera Utara (Sumut) ke China, terus meningkat meski saat ini sedang berada di tengah pandemi COVID-19. Dengan demikian, komoditas perkebunan tersebut saat ini masih memiliki prospek yang baik.

“Biasanya, negara tujuan ekspor karet Sumut terbesar ke Jepang, namun tiga bulan terakhir ke China,” ujar Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, Kamis (10/9/2020).

Menurutnya, setelah sempat anjlok pada Mei, ekspor karet Sumut terus meningkat. Khususnya mulai dirasakan sejak Juni lalu, dengan pengiriman ke China. Untuk Agustus, permintaan karet dari China mencapai 10.198 ton atau 26,7 persen dari total volume ekspor.

Pada Agustus 2020, karet Sumut diekspor ke 37 negara, dengan pengiriman terbesar ke China sebesar 26,71 persen, kemudian ke Amerika Serikat 15,21 persen, dan ke Jepang 12,34 persen dari total ekspor. “Gapkindo memperkirakan pada September, ekspor karet terbesar Sumut juga masih ke China, walaupun diperkirakan persentasenya mulai berkurang,” ujarnya.

Namun, jika ekspor ke China menurun, maka ekspor ke Jepang diyakini akan mulai mengalami peningkatan. Sementara dari catatan Edy, volume ekspor karet Sumut di Agustus meningkat 18,24 persen dari posisi Juli menjadi 38.182 ton. “Ekspor karet Sumut sejak Juni terus meningkat, walau dibandingkan periode Januari-Agustus 2019, total ekspor periode sama 2020 masih turun sebesar 12,3 persen,” katanya.

Total ekspor karet Sumut antara Januari hingga Agustus 2020 sebesar 240.898 ton. Sementara di periode sama pada 2019 lalu, ekspornya mencapai 274.703 ton. “Peningkatan ekspor karet juga terekam dari besarnya volume ekspor atau 90 persen dari total volume penjualan pada Agustus yang sebesar 42.431 ton,” ungkap Edy.

Pada Agustus, penjualan karet di pasar lokal hanya 10 persen. Total volume penjualan karet pada Agustus lebih tinggi dibandingkan Juli yang masih 35.999 ton. (Ant)

Lihat juga...