Wagub NTB Ajak PKK Jadikan Posyandu Pusat Edukasi

MATARAM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengajak PKK dan semua kabupaten/kota serta desa di provinsi itu untuk menjadikan posyandu keluarga sebagai pusat edukasi menyeluruh dalam mengatasi berbagai masalah warga, termasuk Covid-19.

“Dengan hadirnya kegiatan posyandu keluarga ini, maka banyak persoalan keluarga yang akan dapat kita tuntaskan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan di Mataram, Minggu (13/9/2020).

Ajakan Wagub NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah, ini disampaikan saat meresmikan posyandu keluarga di Desa Sigar Penjalin, Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Hadir mendampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dan Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar.

Wagub Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, bahwa keluarga merupakan kekuatan sebuah bangsa dan keluarga yang sehat dan sejahtera, hakikatnya menjadi salah satu tujuan dan sasaran pembangunan daerah. Karena itu, menurutnya, program/kegiatan berbasis keluarga dan kesehatan menjadi fondasi utama dalam membangun NTB.

Selain itu, wagub menyampaikan posyandu keluarga bukan sekadar melaksanakan kegiatan pelayanan dasar kepada balita, remaja, dan lansia, tetapi lebih dari itu, posyandu keluarga merupakan pusat edukasi dan informasi keluarga secara menyeluruh.

“Posyandu keluarga menjadi pusat edukasi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari edukasi penanganan ibu hamil dan tumbuh kembang anak, termasuk edukasi narkoba kepada milenial, edukasi buruh migran kepada usia produktif, hingga edukasi masalah gizi kepada lansia dan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Menurut wagub, revitalisasi posyandu dilakukan agar edukasi tentang dasar-dasar permasalahan masyarakat dapat teratasi. Selain itu, di posyandu diharapkan juga dapat mendeteksi berbagai permasalahan sosial masyarakat.

“Dengan hadirnya posyandu keluarga di setiap dusun, insyaallah semua edukasi bisa dilakukan di posyandu,” katanya.

Saat itu, wagub secara khusus menyampaikan apresiasi kepada segenap jajaran PKK, yang telah berperan besar dalam mendukung kegiatan pemerintah berbasis keluarga.

“PKK melakukan sesuatu yang berdampak besar bagi keluarga, terutama membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera. Kita semua sadar, betapa kesehatan menjadi nomor satu dalam hidup kita” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ummi Rohmi juga mengajak masyarakat dan jajaran pemerintah yang hadir untuk menyukseskan 100 persen maskerisasi di NTB. Karena, menurutnya, di saat ini masker adalah “vaksin” untuk mencegah Covid-19.

“Karena vaksin dalam bentuk obat belum ada, saat pandemi ini vaksinnya hanya ada satu, pakai masker. Mari kita wujudkan 100 persen maskerisasi di NTB. Apalagi, Ketua PKK-nya luar biasa. Inilah fondasi yang sangat kuat membangun NTB,” ucap mantan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, periode 2009-2013 tersebut.

Rohmi juga mengajak seluruh kabupaten/kota di NTB untuk terus memperkuat sinergi positif yang telah terbangun, termasuk dalam menyukseskan program/kegiatan berbasis keluarga lainnya.

“Mari kita dukung kegiatan berbasis keluarga, karena ini menjadi fondasi membangun NTB. Insyaallah cita-cita NTB Gemilang bukan saja di atas kertas, namun terealisasi seluruhnya,” katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyatakan komitmennya untuk terus bergerak menuntaskan pembangunan keluarga di NTB.

Niken menjelaskan, selain program gebrak masker, PKK juga aktif mengajak ibu-ibu mendukung edukasi protokol kesehatan Covid-19 dan posyandu keluarga.

“Ketika posyandu sudah berjalan dengan baik, itu semua berkat ibu-ibu memastikan anggota keluarga hadir di posyandu yang tepat,” ujarnya.

Senada dengan Niken, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Utara, Rohani Najmul Ahyar, mengatakan akan mendukung penuh program revitalisasi posyandu dan Gerakan PKK melawan Covid-19.

“Kami terus mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat KLU, untuk menjaga lingkungan dan Kesehatan serta terus menyerukan menggunakan masker,” ujarnya

Dijelaskannya, di Kabupaten Lombok Utara telah terbentuk 570 kader dasawisma PKK yang terus bergerak dan mengkampayekan untuk menerapkan protokol Kesehatan, dalam menghadapi pendemi Covid-19. (Ant)

Lihat juga...