Waktu Uji Sampel ‘Swab Test’ di Jateng Ditarget 8 Jam

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Penambahan tiga laboratorium untuk pemeriksaan sampel swab test, diharapkan mampu mempercepat waktu pengujian, sehingga hasilnya bisa segera diperoleh. Sejauh ini, Jawa Tengah masih membutuhkan waktu tiga hari, untuk bisa mendapatkan hasil dari uji sampel swab.

“Sekarang kita sudah punya 19 laboratorium untuk pemeriksaan spesimen tes swab. Harapannya, setelah ditambah jumlahnya, juga berpengaruh pada kecepatan dalam memperoleh hasil. Kita targetkan dalam delapan jam, hasil sudah bisa diketahui,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Semarang, Sabtu (26/9/2020).

Dipaparkan, hasil swab yang terlambat didapatkan, mempengaruhi tindakan penanganan selanjutnya. Tidak hanya bagi pasien yang tengah melakukan perawatan, namun juga bagi pasien yang terindikasi Covid-19, kemudian meninggal dunia.

Selama ini, ketika ada pasien yang meninggal dunia serta diduga Covid-19, meski hasil swab-nya belum keluar, tetap dimakamkan dengan protokol pemakaman layaknya positif Covid.

“Ini  yang terkadang menjadi dinamika di lapangan, karena hasil belum keluar, pihak keluarga ingin merawat jenazah, dengan cara-cara seperti tidak Covid. Namun saya tetap minta, agar kita ikuti petunjuk dokter. Umpama hasil belum keluar, namun dokter bilang harus dengan protokol Covid, saya minta ikuti saja,” tandasnya.

Pihaknya berharap dengan hasil swab yang bisa lebih cepat, persoalan-persoalan yang sebelumnya terjadi, tidak terulang lagi kedepan.

Ganjar juga menegaskan untuk mendorong peningkatan SOP rumah sakit dan lab, terkait masih adanya tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar covid-19. “Semua harus protektif, karena orang tanpa gejala (OTG) itu sulit diketahui, jadi saat nakes ini bertugas, pastikan SOP dan alat pelindung diri (APD) beres,” tegasnya.

Terpisah, hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo. Dipaparkan, dengan 19 laboratorium uji sampel swab tersebut, berdampak pada kecepatan hasil yang didapat.

“Sebelumnya, jika pemeriksaan dilakukan Sabtu, dan hasilnya baru keluar Senin. Kali ini, mudah-mudahan  tidak akan lagi terulang.  Kalau sampel dikirim sebelum jam 12 siang, maka hari itu hasilnya bisa didapat,” terangnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap dengan penambahan fasilitas tersebut, jumlah sampel yang diperiksa per hari juga semakin bertambah. “Setidaknya secara keseluruhan di Jateng, kemampuannya bisa 8 ribu-9 ribu tes per hari. Mudah-mudahan, Senin (28/9/2020) sudah bisa,” jelas Yulianto.

Sementara, tiga lab baru tersebut yakni Badan Laboratorium Kesehatan Provinsi di Semarang, Lab RSUD Moewardi Solo dan Lab RSUD Margono Banyumas.

Ketiganya melengkapi 16 lab yang sudah ada, diantaranya laboratorium RS Wongsonegoro Semarang, RS Dr Kariadi Semarang, RS Nasional Diponegoro Semarang, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Semarang, Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, hingga lab RS UNS Surakarta.

Lihat juga...