Walkot Bekasi Beri Arahan Pelaku Usaha Soal Jam Operasional di Masa Pandemi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi, mengundang para pengusaha kafe, karaoke, pengelola gedung pertemuan dan tempat hiburan malam berkumpul di Gor Patriot Chandra Baga (PCB) untuk diberi pengarahan terkait  beroperasi di tengah masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB), agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pertemuan bersama perwakilan pengusaha tersebut menyusul penyegelan kafe di kawasan Galaxy jalan Pulo Sirih Barat, Bekasi Selatan, yang sempat viral di media sosial seperti kerumunan pengunjung berjoget ria tanpa mematuhi protokol kesehatan, dan telah melampaui batas jam operasional hingga pukul 23.00 WIB.

“Penyegelan terhadap kafe tersebut hanya berlaku tiga hari, kemudian diberi surat pernyataan agar tidak mengulang lagi beserta sanksi,”tegas Rahmat Effendi, berharap memberi efek jera, Senin (28/9/2020).

Kepada para pelaku usaha hiburan malam, karaoke dan kafe, Rahmat Effendi meminta dalam masa ATHB agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bekasi, terkait jam operasional tidak boleh lebih dari pukul 23.00 WIB.

“Jam operasional kafe, restoran, THM, karaoke tidak ada yang bisa melebihi waktu tersebut, jika melanggar akan terkena sanksi disegel seperti kejadian viral di medsos oleh Broker Cafe. Ini adalah tindakan yang melebihi jam operasional dan berkerumunan di videonya, maka tindak tegas dari Pemerintah Kota Bekasi dan Polres Metro Bekasi untuk penyegelan sementara selama tiga hari,”ungkapnya.

Dia meminta semua pihak bisa mematuhi jam operasional buka sampai pukul 23.00 dengan kesadaran bersama mengendalikan Covid-19, sekaligus memutar roda ekonomi. Dari Pemerintah akan terus sosialisasi pencegahan.

Rumah Makan dibuka secara Dine in sampai jam 21.00, dan secara drive thru sampai jam 23.00. Dia meminta Disparbud mengendalikan perizinan, dan Polres, Dandim, Satpol pengendalian pengawasan lapangan.

“Bila masih ada yg bandel tidak ikuti aturan dan ngeyel, Pemerintah Kota Bekasi dan Polres tidak akan segan-segan untuk langsung menyegel,” tegas Wali Kota.

Dalam kesempatan tersebut, banyak pelaku usaha memberikan informasi terkait keluhan penerapan yang dilakukan pemerintah bersamaan dengan beroperasinya pertama, terkait ketidaktahuan tentang protokol kesehatan dan masih banyak pelaku usaha hiburan yang nakal dengan mematikan lampu agar tidak ketahuan masih beroperasi.

Wiwin Oriza, Perwakilan di Bidang Karaoke mengaku, Karaoke Win Cibubur sudah mengikuti peraturan yang telah diberikan oleh Pemerintah, tetapi masih ada yang masih belum menerapkan protokol kesehatan.

Dia mengatakan, seperti masih membuka melewati pukul 23.00 WIB, bahkan sampai mematikan lampu agar tidak diketahui oleh petugas malam.

“Kami inginkan peraturan tersebut diikuti oleh semua di jam 23.00 WIB, dan tidak ada yang melebihi batas tersebut dan dipatuhi oleh semua pihak. Sehingga, tidak ada yang masih buka melewati waktu yang ditetapkan,” tegasnya.

Rapat tersebut melibatkan Forkopimda di wilayah Kota Bekasi, seperti Polrestro Bekasi Kota, Dandim 0507, Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia cabang Kota Bekasi, Kepala DPMPTSP ota Bekasi, Disparbud Kesbangpol.

Lihat juga...