22,8 Hektare Lahan Waduk Napun Gete Masih Didata

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Tim apraisal tengah melakukan pendataan dan melakukan verifikasi terhadap total lahan seluas 22,86 hektare di areal sekitar Waduk Napun Gete di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang akan mendapatkan ganti rugi tahap enam.

Luas lahan ini termasuk dalam lahan milik warga di Desa Ilimedo dan Werang di Kecamatan Waiblama yang akan mendapatkan ganti rugi, mengingat saat pengerjaan pembangunan waduk, lahan di sekitarnya mengalami longsor.

“Lahan ini tidak termasuk total luas lahan 161,6 hektare yang sudah dibebaskan dan mendapatkan pembayaran ganti rugi oleh pemerintah,” kata Camat Waiblama, Antonius Jabo Liwu, saat ditemui Cendana News di Kota Maumere, Jumat (16/10/2020).

Camat Waibalama, Kabupaten Sikka, NTT, Antonius Jabo Liwu, saat ditemui di Kota Maumere, Jumat (16/10/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Tonce, sapaannya, mengatakan saat dilakukan proses pengerukan dengan alat berat, lahan warga di sekitarnya pun mengalami longsor dan ikut rusak, sehingga harus mendapatkan pembayaran ganti rugi.

Ia menyebutkan, warga pemilik lahan tersebut juga sudah didata dan bersedia diberikan ganti rugi, sehingga nantinya tanah tersebut pun dimasukkan dalam jumlah total lahan yang akan mendapatkan ganti rugi.

“Balai Wilayah Sunga Nusa Tenggara II (BWS NT II) Provinsi NTT pun sudah menyepakati akan memberikan ganti rugi dan sudah mengusulkan. Mudah-mudahan proses verifikasi oleh tim apraisal bisa secepatnya selesai,” harapnya.

Sementara itu Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II), Agus Sosiawan, membenarkan bahwa ada penambahan lahan yang akan diganti rugi seluas 22,86 hektare.

Agus mengatakan, bila proses penghitungan nilai ganti rugi oleh tim apraisal sudah selesai, pihaknya akan segera mengusulkan agar dananya segera dicarikan, dan awal 2021 bisa segera dibayarkan kepada warga.

“Kita berharap prosesnya bisa segera selesai, sehingga 2021 awal semua proses ganti rugi sudah selesai, dan semua aset tersebut merupakan milik pemerintah,” ujarnya.

Untuk diketahui, pembayaran ganti rugi lahan waduk Napun Gete dilakukan dalam 6 tahap. Tahap pertama sampai ke tiga menggunakan dana APBD II Kabupaten Sikka sebesar Rp16 miliar.

Tahap pertama sudah dilaksanakan sebanyak Rp8 miliar di 2017. Sementara tahap ke dua sebesar Rp4 miliar, pun sudah dibayarkan di 2018. Tahap ke tiga sebesar Rp4 miliar untuk 22 pemilik lahan juga sudah dibayarkan Desember 2018.

Sementara pembayaran tahap ke empat hingga ke enam menggunakan dana APBN. Pembayaran tahap ke empat berlangsung akhir Januari 2020 untuk 146 bidang tanah yang menghabiskan dana Rp32,5 miliar. Tahap ke lima berlangsung Kamis (14/10/2020), untuk 35 bidang tanah dengan dana Rp9,2 miliar.

Dari seluas 161 hektare lahan, hanya 145 hektare saja yang terdiri atas 224 bidang tanah yang akan diberikan ganti rugi. Sisanya 16 hektare, merupakan daerah aliran sungai sehingga tidak bisa diberikan ganti rugi sesuai penilaian tim apraisal.

Lihat juga...