26.328 Jemaah yang Tertunda Bisa Berangkat Umrah Bulan Depan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Setelah dihentikan sejak 27 Februari 2020 lalu, Kerajaan Saudi akhirnya kembali membuka pelaksanaan ibadah umrah bagi umat muslim mancanegara pada 1 November mendatang.

Meski demikian, Kerajaan Saudi memberikan sejumlah ketentuan yang ketat bagi jemaah yang akan datang beribadah, di antaranya adalah syarat usia, yakni 18 sampai 50 tahun saja.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Muhammad Arfi Hatim, mengungkapkan, total ada 59.757 jemaah umrah Indonesia yang sudah mendapatkan nomor registrasi, namun gagal berangkat akibat penutupan tersebut. Dari jumlah itu, 26.328 atau 44 persen memenuhi syarat berangkat bulan depan, karena berusia 18 sampai 50 tahun.

“Jadi kalau dirinci lagi, yang tercatat dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) Kemenag, sebanyak 2.601 (4 persen) berusia di bawah 18 tahun, dan 30.828 (52 persen) jemaah berusia di atas 50 tahun. Sementara sisanya memenuhi syarat untuk berangkat umrah di masa pandemi ini,” terang Arfi, Kamis (29/10/2020) di Jakarta.

Lebih lanjut, untuk jemaah yang memenuhi kriteria usia tersebut, sebanyak 21.418 orang sudah mendapatkan nomor porsi. Mereka adalah jemaah yang sudah melakukan pembayaran.

“Dari 21.418 jemaah, sebanyak 9.509 orang bahkan sudah lunas, sudah mendapat visa dan tiket keberangkatan saat terbitnya kebijakan penutupan oleh Saudi pada 27 Februari 2020,” tandasnya.

Arfi mengatakan, jemaah yang tertunda keberangkatan dan memenuhi kriteria persyaratan akan diutamakan untuk berangkat jika Saudi memberi izin kepada Indonesia.

“Bagi jemaah yang sudah mendaftar namun belum memenuhi syarat keberangkatan, dimohon bersabar, menunda keberangkatannya hingga pandemi berakhir,” harapnya.

Sementara itu, Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus, Noer Aliya Fitra menambahkan, bahwa di samping usia, ada sejumlah persyaratan lain yang juga harus dipenuhi, termasuk di antaranya adalah penerapan protokol kesehatan.

“Kami tengah memfinalkan rancangan Keputusan Menteri Agama atau KMA Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi. Di situ diatur juga persyaratan jemaah umrah. Tentu kami memperhatikan ketentuan Arab Saudi, termasuk juga ketentuan yang ditetapkan Kemenkes, Kemenkum HAM, Kemenhub, dan Satgas Covid-19 RI,” jelasnya.

Noer menegaskan, pihaknya akan mempercepat penerbitan aturan tersebut. Sehingga, bisa dijadikan rujukan bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Kami akan segera terbitkan aturannya dan itu akan menjadi rujukan penyelenggaraan ibadah umrah sekaligus persyaratan yang harus ditaati PPIU yang akan memberangkatkan jemaahnya pada musim umrah 1442 H,” pungkasnya.

Lihat juga...