3.100 Guru ASN di Solok Selatan Diminta Tes Usap

PADANG ARO — Bupati instruksikan 3.100 guru yang sudah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer mulai tingkat SD hingga SMA di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, melakukan tes usap untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran COVID-19.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Setdakab Solok Selatan, Firdaus Firman mengatakan Penjabat sementara Bupati Solok Selatan sudah memberikan instruksi secara tertulis agar seluruh guru melakukan tes usap.

“Sesuai instruksi Bupati, tes usap untuk guru dilaksanakan pada Selasa (13/10) sampai Kamis (15/10) di Puskesmas terdekat dari sekolah,” katanya di Padang Aro, Jumat (9/10/2020).

Dia menjelaskan para guru tidak perlu khawatir dengan semakin meningkatnya angka pasien positif COVID-19 di Sumbar, justru itu sangat baik karena semakin banyak yang diketahui telah terpapar, maka akan cepat dilakukan isolasi sehingga potensi untuk menularkan ke orang lain semakin sedikit.

Guru sebagai tenaga pendidik mempunyai peran penting untuk mengedukasi masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Dia menyatakan setelah tes usap bagi guru selesai akan dilanjutkan ke seluruh ASN, tenaga kontrak, guru mengaji, jajaran kecamatan, perangkat walinagari, pemilik dan pelayan rumah makan, penjual kuliner, TNI, Polri, BUMN, BUMD dan orang-orang yang berpotensi terpapar lainnya.

Dia mengatakan, penjabat Bupati Solok Selatan, Jaman Rizal telah menjalin komunikasi dengan Gubernur Sumbar serta Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas, Padang Dr. Andani Eka Putra.

“Hasil koordinasi Bapak Jasman Rizal, Solok Selatan diprioritaskan untuk tes usap sebanyak-banyaknya, apapun kebutuhannya akan dipenuhi provinsi,” ujarnya.

Menurut dia, dengan semakin banyaknya yang dites usap maka akan semakin mudah mengendalikan penyebaran COVID-19 di Solok Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman mengatakan berdasarkan pantauan COVID-19 Solok Selatan hingga Kamis (8/10) kasus positif COVID-19 di Kabupaten itu sebanyak 35 orang dan yang sembuh 21 orang dan dalam perawatan atau isolasi 14 orang.

“Total spesimen yang telah diperiksa di Solok Selatan sebanyak 3.584 dengan positivity rate 0,97 persen,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...