48 Sampel ‘Swab’ dari Sikka Belum Diperiksa

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menunggu hasil pemeriksaan 48 sampel swab yang antre untuk diperiksa di laboratorium biologi molekular RSUD Prof.Dr.W.Z.Johannes Kupang.

Sebanyak 48 sampel ini merupakan bagian dari 59 sampel yang sudah dikirim ke Kupang akhir September 2020 lalu di mana dari 11 sampel yang diperiksa sebanyak 2 sampel pelaku perjalanan dinyatakan positif Covid-19.

“Kita masih menunggu pengumuman 48 sampel hasil tracing kontak erat di mana 2 sampel positif Covid-19 sudah diambil swab lagi dan sudah dikirim ke Kupang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus saat ditemui Cendana News, Sabtu (3/10/2020).

Petrus berharap hasil pemeriksaan sampel negatif, tetapi pihaknya tidak bisa lengah dan tetap berjuang memantau pelaku perjalanan yang masuk ke Kabupaten Sikka dan sedang menjalani karantina mandiri di rumah.

Petrus Herlemus saat ditemui di kantornya, Sabtu (3/10/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Ia menyebutkan, bila hasil pemeriksaan 48 sampel kontak erat dari keluarga Prabinsa Kodim 1603/Sikka ini hasilnya positif maka pihaknya akan lakukan penelusuran atau tracing sebab dengan begitu maka ada transmisi lokal.

“Yang kontak erat sudah dilakukan tracing hingga ring 3. Apabila sampel swab ring 1 yang kontak erat tersebut positif  maka ring 2 akan diambil tindakan medis dengan pemeriksaan rapid test dan jika reaktif maka dilakukan swab,” jelasnya.

Petrus juga menerangkan dari 23 Prabinsa Kodim 1603/Sikka yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 11 orang dan kemarin, Jumat (2/10) sudah diperbolehkan pulang sementara sisanya 12 orang masih menjalani karantina terpusat.

Sementara itu, Yohanes A.J.Lioduden, warga Kota Maumere berharap agar Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 rutin melakukan patroli dan tegas dalam menerapkan aturan terkait pembatasan kegiatan masyarakat.

Yani sapaannya meminta agar pemerintah harus mengambil langkah tegas terhadap warga yang melanggar aturan pembatasan kegiatan bermasyarakat dan pemerintah juga harus menunjukkan teladan menaati aturan yang dibuat sendiri.

“Pemerintah harus menunjukkan teladan dengan mentaati protokol kesehatan agar masyarakat juga mematuhinya. Penegakan aturannya harus adil agar semua bisa mematuhinya dan melanggar akan diberikan sanksi,” jelasnya.

Yani meminta agar pemerintah harus mengumumkan jenis sanksi yang diberikan bagi pelanggarnya agar masyarakat bisa mengetahuinya sehingga bila melanggar maka langsung diberikan sanksi.

Lihat juga...