498 Santri di Cilacap Sembuh dari Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Sebanyak 498 orang santri dari salah satu pondok pesantren di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sehingga sampai hari ini, tinggal 4 orang santri yang masih menjalani perawatan.

Kabar kesembuhan para santri tersebut cukup melegakan, sebab dalam bulan Oktober ini, kasus Covid-19 di Cilacap mengalami peningkatan yang signifikan. Dan penambahan terbanyak berasal dari kalangan pondok pesantren.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap, dr. Pramesti Griana Dewi, mengatakan, totalnya ada 502 santri yang terkonfirmasi positif Covid-19. Banyaknya santri positif tersebut membuat angka positif Covid-10 di Kabupaten Cilacap meningkat menjadi 1.003 orang.

“Alhamdulillah saat ini sebanyak 498 orang santri sudah dinyatakan sembuh, sehingga tinggal 4 orang santri yang masih menjalani perawatan di rumah sakit,” katanya, Senin (26/10/2020).

Terkait kondisi kesehatan 4 orang santri tersebut, Pramesti mengatakan, secara berangsur kondisi kesehatan para santri sudah membaik. Hanya saja mereka masih mengalami demam dan batuk, sehingga harus dilakukan perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, terkait melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Cilacap, menurut Pramesti karena pihaknya aktif melakukan tes polymerase chain reaction (PCR), dimana setiap minggu ditargetkan 1.700 orang yang menjalani tes PCR.

Dari total kasus positif Covid-19 sebanyak 1.003 orang, paling banyak berasal dari Kecamatan Majenang, yaitu mencapai 537 orang positif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 502 orang merupakan santri pondok pesantren yang berada di kecamatan tersebut. Dan sampai hari ini, tinggal 6 orang warga Kecamatan Majenang yang positif dan masih menjalani perawatan. Sisanya sebanyak 529 orang sudah dinyatakan sembuh dan 2 orang meninggal dunia.

Kecamatan kedua yang menyumbang angka positif Covid-19 cukup besar yaitu Kecamatan Cilacap Tengah, terdapat 106 kasus positif. Saat ini yang masih menjalani perawatan ada 27 orang, meninggal dunia 5 orang dan yang dinyatakan sembuh ada 74 orang.

Sedangkan di Kecamatan Cilacap Selatan, terdapat 88 kasus positif Covid-19, dengan jumlah yang meninggal 4 orang, yang masih dirawat ada 37 orang dan yang sudah dinyatakan sembuh ada 47 orang.

“Sampai hari ini, jumlah positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Cilacap ada 122 orang dan yang sudah dinyatakan sembuh ada 859 orang. Sedangkan yang meninggal dunia total ada 22 orang,” kata Kadinkes.

Terpisah, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap, M. Wijaya, mengatakan, positif Covid-19 yang terakhir meninggal dunia adalah Helmi Bustomi, anggota DPRD Cilacap yang juga merupakan adik dari bupati Cilacap.

“Yang bersangkutan menjalani perawatan sejak tanggal 12 Oktober lalu dan meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2020). Awalnya, beliau mengalami demam dan saat menjalani perawatan di rumah sakit dilakukan swab test, ternyata hasilnya positif Covid-19. Namun saat menjalani perawatan, kondisi yang bersangkutan memburuk karena mempunyai riwayat penyakit pemberat atau kormobid, yaitu sakit diabetes dan hipertensi,” terangnya.

Lebih lanjut Wijaya menyampaikan, supaya masyarakat memberikan perhatian lebih untuk para kormobid, terutama melindungi mereka dari kontak dengan pihak luar.

Lihat juga...