50 Persen Warga NTT Jadi Anggota Koperasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Menteri Koperasi dan UKM saat memberikan sambutan di hadapan para pengurus koperasi kredit di KSP Kopdit Obor Mas, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (24/10/2020). Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Kabupaten Sikka dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) boleh dikatakan sebagai kabupaten dan provinsi koperasi karena tingkat berkoperasi masyarakatnya sangat tinggi, dimana 50 persen warga NTT sudah masuk menjadi anggota.

Sementara di tingkat nasional hanya 8 persen warga Indonesia yang sudah menjadi anggota koperasi sementara di tingkat dunia baru 16 persen penduduk dunia yang sudah mendaftar menjadi anggota.

“NTT bisa dikatakan sebagai provinsi koperasi karena 50 persen warganya sudah terdaftar sebagai anggota,” tegas Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam sambutannya di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (24/10/2020).

Teten mengatakan, sebuah negara bisa dibangun struktur ekomominya oleh Usaha Kecil dan Manengah (UKM) dan koperasi dan ini bisa dijadikan basis ekonomi di NTT.

Ia menambahkan, kementeriannya mendorong UKM masuk ke digitalisasi supaya mengakses pasar dan pembiayaan yang besar dan ini menjadi target dari kementerian yang dipimpinnya.

“Di tengah pandemi Covid-19 ada banyak yang mengalami kesulitan akibat omzet dan pendapatan yang turun. Untuk itu kami memberikan produk kerja murah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bagi UKM dan koperasi,” terangnya.

Teten menegaskan, pihaknya ingin melatih bagaimana koperasi bertransformasi dari usaha kesil perorangan kemudian bergabung dalam dengan skala ekonomi besar.

Ia sebutkan, dengan begitu koperasi bisa menjadi agregator dan bisa melindungi masyarakat kecil dan mengolah produk anggotanya untuk dijual dan mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut.

“Dengan begitu hasil pertanian rumput laut, kakao, mete, cokelat dan lainnya diolah secara ekonomis dimana koperasi juga mengembangkan di sisi perdagangan, maka semuanya akan dinikmati oleh anggota,” ungkapnya.

Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga menyebutkan, dirinya diajak oleh seorang pastor asal Jerman mengaku akan mendirikan Credit Union dan dirinya diajak untuk ikut serta mendirikan Credit Union (CU).

Romanus katakan, dirinya berjalan dari kampung-kampung untuk memperkenalkan koperasi bahkan berbicara di banyak forum termasuk para akademisi di kampus agar bisa dikenal.

Saat ini kata Romanus, jumlah anggota koperasi di NTT mencapai 880 ribu orang dengan jumlah aset mencapai Rp6 triliun lebih, sehingga meskipun dikatakan miskin namun aset di NTT sangat besar.

Dirinya berceritera, berkat mengembangkan koperasi maka dirinya terpilih menjadi ketua Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) Indonesia serta Wakil Presiden Koperasi Kredit se Asia masing-masing 2 periode.

“Masyarakat kecil kalau sering diajak ikut menabung maka lama kelamaan akan bisa. Hal ini sudah dibuktikan dengan aset koperasi di NTT yang begitu besar yang menandakan masyarakatnya bisa diajak menabung,” tuturnya.

Lihat juga...