539 Laki-laki di Sikka Terjangkit HIV/AIDS

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sejak 2003 hingga Juni 2020, sebanyak 539 laki-laki dan 326 perempuan di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terserang HIV dan AIDS. Jumlah laki-laki yang banyak terjangkit penyakit HIV dan AIDS terjadi pada 2016, dengan 64 kasus, disusul pada 2017 sebanyak 56 orang dan 2014 berjumlah 50 orang.

“Sementara untuk perempuan, kasus terbanyak pada 2016 dan 2017 yang mencapai 39 orang, disusul tahun 2015 sebanyak 33 dan 2014 berjumlah 30 orang,” sebut Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sikka, Yohanes Siga, saat ditemui Cendana News di kantornya, Jumat (16/10/2020).

Yan, sapaannya, menyebutkan untuk distribusi kasus HIV dan AIDS menurut golongan umur, terbayak penyakit ini terdapat pada warga Kabupaten Sikka dengan rentang umur 25 sampai 49 tahun, sebanyak 642 orang atau 74 persen.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Yohanes Siga, saat ditemui di kantornya, Jumat (16/10/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Berikutnya pada rentang umur 20 sampai 24 tahun sejumlah 116 orang atau 13 persen, dan berumur di atas 50 tahun sebanyak 56 orang atau 7 persen.

Ia menambahkan, warga 3 kecamatan yang sebagian besar berdiam di Kota Maumere paling banyak terjangkit HIV dan AIDS, di mana Kecamatan Alok sejumlah 141 kasus, Alok Timur 121 dan Alok Barat berjumlah 79.

“Sebanyak 3 kecamatan yang wilayahnya dekat Kota Maumere menyusul di peringkat berikutnya, yakni Kecamatan Nita berada di peringkat ke empat dengan jumlah kasus 76, disusul Kewapante 52 dan Kangae dengan 51 kasus,” paparnya.

Selain itu, sebut Yan, sesuai jenis pekerjaan, sebanyak 209  ibu rumah tangga tertular HIV dan AIDS disusul swasta 139 kasus dan petani sebanyak 136 kasus.

Lanjutnya, sopir berada di peringkat ke empat dengan jumlah kasus 54, buruh 47, karyawan 38 dan PSK sebanyak 35 kasus. Juga ada 24 balita, 21 mahasiswa, 10 pelajar dan 2 perawat juga ikut tertular.

“Selama 2020 hingga Juni, kasus terbanyak ada di Kecamatan Alok Barat sebanyak 6 kasus, dan ibu rumah tangga juga masih terbanyak dengan 11 kasus. Sebanyak 13 orang terjangkit HIV dan 22 orang AIDS,” terangnya.

Yan menjelaskan, kebanyakan ibu rumah tangga tertular dari suami dan sang istri menularkannya kepada anak di dalam kandungannya.

Menurutnya, kalau sebelumnya sudah diketahui sang ibu terkena HIV maka bisa ditangani, sehingga anak yang lahir tidak tertular.

“Makanya, kami selalu menyarankan kepada masyarakat agar melakukan tes HIV di Klinik VCT, Voluntary Counselling and Testing yang ada di Puskesmas dan RS TC Hillers Maumere agar bisa ditangani sejak dini,” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Asep Purnama, SpPD., pegiat HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka menyayangkan adanya balita yang ikut tertular HIV. Menurutnya, bila diketahui sang ibu tertular HIV, maka anak yang akan dilahirkan bisa dicegah agar tidak tertular.

Menurut dokter Asep, hasil tes Klinik VCT RS TC Hillers Maumere selama bulan Januai sampai November saja ditemukan 71 kasus baru HIV, dan sangat disayangkan ada 8 anak yang tertular.

“Makanya kita selalu mengimbau masyarakat agar sejak awal memeriksakan diri ke klinik VCT, agar bisa ditangani bila tertular HIV. Jangan sampai sudah berstatus AIDS baru diketahui, karena sudah terlambat,” sarannya.

Lihat juga...