60 Persen Aset Tanah KAI Daop 5 Belum Bersertifikat

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan salah satu BUMN yang paling banyak memiliki aset tanah hampir di semua wilayah, termasuk di Daop 5 Purwokerto. Dari total aset tanah lebih dari 18 juta meter persegi, baru sekitar 5,6 juta meter persegi yang sudah bersertifikat, sehingga masih ada 60 persen tanah aset Daop 5 yang belum bersertifikat.

Kepala Daop 5 Purwokerto, Agus Setiyono, mengatakan aset-aset Daop 5 tersebut tersebar di 9 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dan pihaknya terus berupaya memperluas aset yang bersertifikat. Namun berbagai kendala pasti ada, baik dalam hal proses maupun pendanaan.

Kadaop 5 Purwokerto, Agus Setiyono (baju putih) menerima sertifikat tanah aset Daop 5 dari Kepala Kantor Pertanahan dan Agraria Banjarnegara, di aula Stasiun Purwokerto, Selasa (13/10/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Aset kita yang belum bersertifikat atau yang masih dalam proses sertifikat, sebagian besar sekarang berupa area sawah dan tegalan. Masyarakat yang menggunakan aset tersebut, sebagian sudah ada kontrak kerja sama dengan kita, sehingga penggunaannya resmi dan sebagian masih ada yang belum berizin,” terang Kadaop 5, usai menerima sertifikat aset tanah yang berlokasi di Kabupaten Banjarnegara, Selasa (13/10/2020).

Lebih lanjut  Agus menjelaskan, pihaknya telah melakukan pensertifikatan tanah aset Daop 5 di Kabupaten Banjarnegara, dan Kantor Pertanahan dan Agraria Kabupaten Banjarnegara telah menerbitkan 15 buku sertifikat Hak Guna Bangunan, dengan total luasan sebesar 109.069 meter persegi, tersebar di beberapa desa. Dan, jumlah aset yang bersertifikat terus bertambah.

Kepala Kantor Pertanahan dan Agraria Banjarnegara, A Yani, mengatakan ada sekitar 32 bidang tanah aset Daop 5 yang sudah bersertifikat. Dan, proses serifikasi ini akan terus berlanjut, demi pengamanan aset-aset serta ketertiban administrasi.

“Kita siap untuk membantu Daop 5 dalam pegamanan aset-aset, karena kita tahu aset KAI tersebar di mana-mana, termasuk di lokasi pabrik gula, lahan pertanian dan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto, mengatakan aset Daop 5 yang sudah bersertifikat di Kabupaten Banjarnegara antara lain berlokasi di Kelurahan Wangon seluas 3.310 meter persegi, Kelurahan Semarang 33.531 meter persegi, Desa Tunggoro terdapart 40.696 meter persegi dan Desa Randegan ada 31.492 meter persegi. Dan, hari ini kembali diserahkan sertifikat untuk 17 bidang tanah yang tersebar di 7 desa di Kabupaten Banjarnegara.

“Dengan adanya penyerahan buku sertifikat hak guna bangunan hari ini, maka keseluruhan Kantor Pertanahan dan Agraria Kabupaten Banjarnegara telah menyerahkan 32 buku sertifikat tanah dengan luas keseluruhan 202.182 meter persegi,” pungkasnya.

Lihat juga...