Air Sering tak Mengalir, Pelanggan Air Minta Keringanan Biaya

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pelanggan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wair Puan, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta keringanan biaya pembayaran iuran air karena sejak musim kemarau air sering tidak mengalir.

Meski air tidak pernah mengalir namun biaya beban tetap dibayarkan sehingga banyak pelanggan yang menunggak pembayaran air.  Perumda Wair Puan pun selalu mengeluhkan hal ini sehingga keuangan perusahaan tidak stabil.

“Memang air jarang mengalir apalagi saat musim kemarau. Bahkan dalam seminggu air tidak mengalir sama sekali sehingga kami harapkan keringanan biaya,” kata Maria Parera, warga Kelurahan Wairotang, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui Cendana News di rumahnya, Sabtu (17/10/2020).

Maria berharap, Perumda Wair Puan bisa memikirkan keluhan pelanggan. Perumda memang pernah menjelaskan, debit mata air menurun drastis sehingga perusahaan melakukan penjadwalan pembagian air ke rumah warga.

Hal ini kata dia, menyebabkan air tidak setiap hari mengalir. Pihaknya pun terpaksa membeli air galon untuk minum, sementara air untuk mandi dan mencuci menggunakan air sumur bor yang digali sendiri di rumah.

“Kami terpaksa membeli air galon isi ulang untuk memasak karena air dari Perumda Wair Puan sering tidak mengalir. Kalau air mengalir maka kami tampung di drum untuk dipakai memasak sehari-hari. Kalau beli air galon terus pasti pengeluaran meningkat,” ucapnya.

Direktur Perumda Wair Puan, Fransiskus Laka, saat ditanya menegaskan, debit mata air di Wair Puan mengalami penurunan drastis sehingga jaringan air bersih di Kota Maumere yang mengandalkan air dari mata air pun mengalami kekurangan.

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wair Puan Kabupaten Sikka, NTT, Fransiskus Laka saat ditemui di kantornya, Sabtu (17/10/2020). Foto: Ebed de Rosary

Frans mengatakan, pihaknya terpaksa menjadwalkan pembagian air ke rumah warga secara bergilir dan waktunya pun diatur tidak seperti biasanya. Karena ketersediaan air sangat terbatas akibat musim kemarau dan turunnya debit di mata air.

“Kita menjadwalkan pembagian air ke rumah warga yang mengandalkan air dari mata air agar semua warga bisa menikmati. Sementara jaringan pipa yang airnya disuplai dari sumur bor memang tidak mengalami kendala serius dan air tetap mengalir,” ucapnya.

Frans mengakui, dari sekitar 19 ribu pelanggan ada sekitar 45 persen atau sekitar 8 ribu pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air setiap bulan sehingga pendapatan Perumda Wair Puan tidak lancar.

Menurutnya, permasalahan ini sudah dilaporkan kepada Bupati Sikka dan pihaknya diminta bersabar. Apalagi saat ini tengah terjadi pandemi Corona sehingga banyak masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan.

“Kami memang telah melakukan pemasangan air secara gratis sebanyak 2.155 sambungan rumah dengan menggunakan dana hibah dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” terangnya.

Frans mengatakan, untuk tahun 2021 pihaknya melakukan berbagai pembenahan baik sumber air maupun sistem distribusi air ke rumah warga dengan membagi 4 zona, di mana masing-masing zona  dibangun bak penampung berkapasitas besar.

“Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kami akan membagi 4 zona dimana masing-masing zona dengan sumber mata airnya. Serta membangun bak penampung untuk setiap zona. Ini bentuk peningkatan pelayanan kepada pelanggan,” tutupnya.

Lihat juga...