Anies Baswedan: Covid-19 Beri Perubahan Baru Pemanfaatan Teknologi

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, pandemi Covid-19 sebagai pengingat dan memberikan perubahan babak baru dalam berbagai kegiatan, baik keagamaan, sosial, budaya dan ekonomi. Di masa pandemi, interaksi dengan teknologi digitalisasi menjadi peluang untuk menyukseskan kegiatan.

“Ke depan kita harus menangkap peluang, pemanfaatan teknologi digital menjadi solusi untuk kita menjaga interaksi, termasuk perekonomian,” ujar Anies, pada diskusi virtual bertajuk ‘Resolusi Ekonomi Umat saat Corona’ yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya, banyak usaha-usaha yang menggunakan teknologi untuk pemasaran menjangkau pembeli.

“Jadi kalau dalam perekonomian itu ada supply dan demand, produsen sebagai suplayer. Ada ketersambungannya sekarang melalui digital luar biasa berkembang,” ungkapnya.

Karena itu tambah Anies, perlu ada peningkatan kemampuan. Dan pemerintah DKI Jakarta, siap memfasilitasi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan usahanya.

Karena menurutnya lagi, di sisi lain penggunaan teknologi itu membutuhkan status. Berbeda kalau kita pergi ke toko, barangnya ada kita beli di situ, kita tidak perlu status legal tokonya.

Karena itulah, kata Anies, Pemerintah DKI Jakarta  selama pandemi ini,  menjemput bola mendatangi pelaku UMKM memberikan izin usaha.

“Jadi bukan UMKM yang mengurus izin ke kita, tapi kita yang mendatangi. Yang  belum punya izin, kita beri izin,” ujarnya.

Dengan  diberi izin, menurutnya, mereka dapat NPWP. “Mereka kalau berjualan online bisa menunjukkan legalitas badannya. Ini dibutuhkan karena interaksi penjualan tidak ketemu langsung, tapi virtual, maka status menjadi penting,” Anies

Dalam waktu dua tiga bulan ini, Pemerintah DKI Jakarta telah mengeluarkan belasan ribu izin usaha kepada pelaku UMKM.

Anies berharap mereka dapat memanfaatkan peluang ini. Karena menurutnya, ini salah satu cara yang dilakukan pihaknya untuk memudahkan bagi masyarakat memanfaatkan peluang berkembangnya interaksi digital.

“Ke depan, kita belum tahu kondisi pandemi Covid-19 ini, tetapi suatu hal yang pasti bahwa kondisi apapun kita diwajibkan untuk terus berikhtiar,” paparnya.

Anies berharap semua masyarakat memanfaatkan luasnya jangkauan teknologi dalam berwirausaha.

Dia mencontohkan, Turki ada begitu banyak UMKM berkembang dengan menggunakan digital. Sehingga aktivitas mikro tumbuh besar di negara Turki, dan ini menurutnya bisa dijadikan pengalaman di Indonesia.

“Diharapkan dengan pemanfaatan digital kegiatan usaha akan bisa bergerak,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, antisipasi untuk perubahan peluang dapat disaksikan kedepan ini ada sektor yang akan berkembang pesat. Seperti, sektor kesehatan dan  sektor pangan menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional.

“Sesudah pandemi itu, akan ada sektor yang tumbuh berkembang lebih pesat. Ada yang melambat, bahkan bisa mati. Kalau kita bisa membaca ini lebih awal, inshaallah pelaku UMKM bisa bertahan,” ujarnya.

Karena menurutnya lagi, pandemi Covid-19 ini seperti pengingat kepada umat manusia agar menggawangi hidup dengan berbagai peluang memajukan ekonomi.

“Covid-19 ini pengingat kepada kita, bahwa akan masuk era baru pasca pandemi dan sebaiknya dari awal kita mengantisipasi,” pungkasnya.

Lihat juga...