Anies Baswedan: Sektor Pangan dan Kesehatan Akan Berkembang Pesat

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan sektor kesehatan dan pangan akan berkembang pesat selama pandemi COVID-19.

“Kalau kita perhatikan, sektor kesehatan akan menjadi perhatian, sektor pangan itu akan menjadi kunci. Jadi ada sektor-sektor yang akan mengalami pembesaran,” kata Anies dalam Web-Workshop 2020 “Resolusi Ekonomi Umat saat Corona bagi UMKM, Koperasi, dan Para Ustadz-Ustadzah”, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Karena itu, ia berharap para ahli dan trainer perekonomian bisa memberikan semacam ancang-ancang agar pelaku ekonomi kecil dan mikro bisa mengambil peluang-peluang di sektor-sektor yang akan mengalami perkembangan di masa yang akan datang.

“Jadi dengan begitu, kita tumbuh besar bersama dengan perubahan,” ucapnya.

Dia mencontohkan ketika tahun 90-an saat booming bisnis wartel, di mana-mana di setiap tempat menjamur sarana telekomunikasi tersebut, namun hari ini sangat jarang sekali orang memiliki bisnis wartel karena itu bisnis yang pudar bersama dengan perubahan zaman, sehingga mungkin merasa agak merugi orang yang berinvestasi tinggi dalam wartel.

Sama halnya dengan saat ini, lanjut dia, saat pandemi yang akan selalu membuat babak baru yang artinya sesudah pandemi ini akan ada sektor yang tumbuh berkembang lebih pesat, namun ada sektor yang perkembangannya melambat, bahkan bisa mati.

“Nah kalau kita bisa membaca ini lebih awal, insyaallah pelaku-pelaku usaha bisa membaca perubahan zaman lebih awal daripada perubahan itu terjadi. Nah jadi saya membayangkan pandemi ini seperti pengingat kepada kita bahwa akan masuk era baru pascapandemi, dan sebaiknya dari awal kita mengantisipasi,” ucap Anies menambahkan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) menjadi peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi sebagai solusi ekonomi keumatan.

Pasalnya, kata Anies, COVID-19 ini banyak kendala yang dihadapi oleh semua orang, mulai dari interaksi yang dibatasi, jumlah orang dalam sebuah pertemuan yang dibatasi, kegiatan yang berkurang karena sangat berbahaya untuk terjadinya penularan, yang akhirnya berdampak pada sektor keagamaan, kegiatan sosial dan ekonomi.

“Dampaknya terasa, itu turun semua, termasuk majelis-majelis di mana ada yang menyiapkan makanan, minuman, tenda dan lainnya. Sekarang dalam suasana pandemi, kita perlu melihat apa yang sesungguhnya menjadi peluang, yaitu teknologi,” kata Anies. (Ant)

Lihat juga...