Animo Warga Makassar Membeli Emas Meningkat

Suasana jual beli perhiasan emas di salah satu gerai di kawasan pecinan, Somba Opu, Makassar, Sabtu (31/10/2020) – Foto Ant

MAKASSAR – Animo warga Makassar untuk membeli emas meningkat. Hal tersebut terjadi di tengah flukuasi harga emas di pasaran. Sejumlah pedagang emas, di kawasan Somba Opu Makassar, yang juga dikenal sebagai kawasan pecinan di Makassar, Sabtu, banyak didatangi warga.

Salah seorang pedagang emas, Rudi Hansen menyebut, warga berdatangan sejak pagi hingga petang. Pembeli terus berdatangan, untuk membeli perhiasan emas, dengan rata-rata membeli emas 23 karat. “Umumnya membeli perhiasan emas 23 karat dibandingkan yang 22 karat, alasannya emas 23 karat harganya relatif stabil dibandingkan 22 karat pada saat dijual kembali,” kata Rudi.

Pembeli yang datang bukan saja dari Makassar, tetapi juga dari dari Kabupaten Maros, Pangkep dan Gowa. Hal senada dikemukakan pedagang emas lainnya, Misliana. Menurutnya, harga emas 23 karat yang dijual sekira Rp900 ribu, lebih diminati dari pada emas 22 karat yang dijual seharga Rp800 ribu.

Pembeli dari Kabupaten Maros, Musdalifah menyebut, perhiasan emas merupakan investasi yang baik. Harganya jarang anjlok, lebih banyak naik. Sementara di masa pandemi COVID-19 saat ini, harga emas disebutnya terus merangka naik. “Jadi, selain bisa dipakai sebagai perhiasan juga bisa dijual sewaktu-waktu dengan harga yang lebih menguntungkan,” katanya.

Sementara itu, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, pada Sabtu (31/10/2020) naik ke angka Rp996.000 per-gram. Atau naik Rp4.000 dibanding harga emas pada perdagangan Jumat (30/10/2020).

Sementara, harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut, berada dikusaran Rp888.000. Harga tersebut juga mengalami kenaikan Rp4.000, jika dibandingkan harga Jumat (30/10/2020). (Ant)

Lihat juga...