Antisipasi Banjir Susulan, Kebumen Kebut Perbaikan Tanggul Jebol

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

KEBUMEN — Guna mengantisipasi banjir susulan, mengingat cuaca masih turun hujan, Kabupaten Kebumen memprioritaskan perbaikan tanggul-tanggul sungai yang jebol. Sampai saat ini tercatat sudah tiga tanggul sungai yang selesai diperbaiki.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Teguh Kristiyanto di Kebumen, Sabtu (31/10/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Teguh Kristiyanto mengatakan, tiga tanggul sungai jebol yang selesai diperbaiki yaitu tanggul Sungai Karanganyar yang berlokasi di Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar, kemudian tanggul Sungai Karanganyar di Kelurahan Jatiluhur dan tanggul Sungai Pesuningan di Kecamatan Prembun.

Sedangkan untuk penanganan tanggul jebol di Sungai Telomoyo Desa Madurejo Kecamatan Puring, baru dikerjakan sekitar 10 persen. Pengerjaan menggunakan dua unit Excavator PC 200.

“Kita berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki semua tanggung-tanggul yang jebol akibat banjir kemarin, sampai saat ini sudah selesai tiga tanggul dan yang lainnya masih dalam proses perbaikan,” terang Teguh kepada Cendana News, Sabtu (31/10/2020).

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, untuk bencana banjir yang melanda Kabupaten Kebumen, total ada 18 kecamatan dan 64 desa yang terdampak. Namun, saat ini semua pengungsi banjir sudah pulang ke rumah masing-masing.

“Untuk pengungsi banjir semua sudah kembali ke rumah masing-masing, namun jika terjadi hujan deras, sewaktu-waktu mereka bisa kembali ke pengungsian, sehingga posko pengungsian dan tim masih bersiaga di lokasi,” jelas Teguh.

Selain perbaikan tanggul sungai, BPBD Kebumen juga melakukan penanganan longsor para beberapa titik di wilayah Kebumen. Seperti longsor di Desa Kretek Kecamatan Rowokele, longsor di Desa Sempor Kecamatan Sempor, di Desa Kaliputih Kecamatan Alian yang sudah selesai penanganannya, serta di Desa Kaligubug dan Desa Kalijering Kecamatan Padureso yang juga sudah selesai ditangani dengan mengerahkan alat berat.

“Untuk longsor yang belum selesai ditangani di Desa Padureso Kecamatan Padureso, karena kita masih menunggu alat berat. Tanah longsor ini terjadi pada 13 kecamatan dan 48 desa, dengan total titik longsor sebanyak 149 lokasi ,” tuturnya.

Mengingat cuaca masih mendung dan gerimis, Teguh mengimbau kepada masyarakat Kebumen supaya meningkatkan kewaspadaan dan sedini mungkin melapor jika terjadi bencana. Ia juga meminta masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitarnya seperti saluran air, jembatan dan lainnya yang berpotensi mendatangkan banjir.

Terpisah, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz mengatakan, pihaknya berharap penanganan banjir dan longsor dapat dilakukan dengan cepat, supaya masyarakat bisa beraktivitas normal kembali.

“Perbaikan tanggul jebol serta sarana lainnya yang rusak harus dilakukan dengan cepat, saya lihat di beberapa lokasi perbaikan tanggul sungai yang jebol sudah selesai,” ucapnya.

Lihat juga...