Antisipasi Dampak Bencana Alam, Kalbar Perkuat Ketahanan Pangan

PONTIANAK  – Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, M. Munsif, mendorong 14 pemerintah kabupaten dan kota di Kalbar untuk terus memperkuat cadangan pangan dalam rangka mengantisipasi dampak bencana alam.

“Kami mendorong agar otoritas di masing-masing kabupaten dan kota untuk memberikan komitmennya perkuat cadangan pangan daerah. Sehingga saat terjadi keadaan darurat, bencana alam seperti banjir tanah longsor yang berakibat langsung terjadinya potensi krisis atau rawan pangan, siap,” ujarnya di Pontianak, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah setempat tetap memiliki kemampuan untuk mengatasi dengan cara mengeluarkan cadangan pangan untuk membantu para warga yang memerlukan ketika bencana.

“Cadangan pangan sumber pembiayaan dari APBD bisa melalui dana reguler di OPD terkait baik APBD murni maupun perubahan. Juga terbuka peluang melalui pos anggaran biaya tidak terduga ( BTT) masing-masing daerah,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan pada awal tahun memiliki sisa stok tahun 2019 sebanyak 254 ton beras atau 56 persen dari volume cadangan pangan yang diamanatkan pusat.

“Stok beras per hari ini turun menjadi 94 ton, artinya 163 ton atau 64 persennya telah disalurkan ke berbagai kabupaten sejak Januari – September 2020 yang tengah mengalami bencana alam banjir dan kepala daerahnya membutuhkan bantuan Gubernur untuk membantu mengatasi kondisi rawan pangan pada warga korban yang terdampak bencana,” katanya.

Menurutnya selama sembilan bulan terakhir beberapa kabupaten atau kota di Kalbar mendapatkan dukungan bantuan beras dari cadangan pangan Pemerintah Provinsi Kalbar.

Daerah yang telah mendapat dukungan bantuan beras dari cadangan pangan Pemerintah Provinsi Kalbar yakni Sambas, Landak, Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Kubu Raya, Singkawang dan Ketapang.

“Terbaru kita menyerahkan bantuan 5 ton beras cadangan Pangan Provinsi Kalbar untuk 1.000 KK korban banjir di wilayah Kabupaten Ketapang pada Rabu 20 September 2020 dan di Kabupaten Landak dengan jumlah yang sama pada 2 Oktober 2020,” katanya.

Ia menyebutkan, saat ini ada beberapa kabupaten yang stok cadangan pangannya bahkan nol. Hal itu karena memang baru saja menghadapi bencana banjir dan lainnya. Daerah tersebut yakni Kabupaten Ketapang, Kapuas Hulu, Melawi dan termasuk Kota Singkawang.

“Tentu dengan stok cadangan pangan daerah yang kosong  harus menjadi perhatian dan komitmen bersama dalam mengantisipasi dampak bencana alam yang kadang tidak dapat kita prediksi atau duga,” katanya. (Ant)

Lihat juga...