Area Pinggir Sawah di Harapan Jaya, Alternatif Pengusir Jenuh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Nuansa alam dengan kesejukannya  menjadi impian mengusir rasa jenuh di perkotaan. Apalagi, jika tinggal di wilayah padat penduduk tentunya sesekali memerlukan tempat terbuka hijau.

Begitulah yang dirasakan warga di Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Tinggal di kawasan padat penduduk dikelilingi oleh pabrik industri,  uniknya masih banyak sawah terdapat di pinggir jalan raya di wilayah tersebut.

Banyak warga kala senja menjelang malam mulai nongkrong duduk di pinggir trotoar. Menghadap ke sawah yang baru ditanam untuk merasakan pemandangan hijau. Bersama anak dan istri mereka duduk sambil melihat sawah.

Hal itu terlihat di wilayah Bekasi Utara. Di wilayah tersebut masih banyak hamparan sawah yang dikelola memanfaatkan irigasi yang ada di sekitarnya. Seperti terlihat di Jalan Irigasi, Harapan Jaya, banyak warga sengaja datang untuk menikmati sawah yang baru ditanam.

Lokasi tersebut tepat berada di areal sawah Rawa Bambu PLN, Kelurahan Harapan Jaya. Banyak juga warga lain dan para pedagang keliling sengaja memarkir kendaraan di tepi sawah tersebut. Berhenti sejenak.

“Suka saja suasananya. Kebetulan padinya baru tumbuh sekira umur sebulanlah. Masih sangat hijau, jadi terasa di desa. Di Bekasi ini kan minim tempat wisata alam,” ujar Margono, warga di sekitar Harapan Jaya kepada Cendana News, Minggu sore (11/10/2020).

Gono, sapaannya, tidak sendiri. Dia bersama istri dan anaknya duduk di trotoar tepian sawah yang di sebelahnya ada saluran irigasi. Mereka terlihat menikmati suasana sawah sambil bercengkerama.

Warga lainnya, Budi, bersama anak yang masih balita, hanya sekadar mampir. Kebetulan melintas di lokasi tersebut dan melihat pemandangan sawah yang baru ditumbuhi padi.

Menurut pedagang setempat, tak jarang kalau malam banyak dijadikan tempat anak muda nongkrong. Karena tempatnya sepi dan asri.

“Sebenarnya di wilayah utara masih banyak area persawahan dan tempatnya berada di tepi jalan raya. Seperti di dekat kantor Kecamatan Bekasi Utara. Banyak sawah tapi tepinya dipagari. Kalau di sini kan nggak banyak anak yang sering turun mencari keong atau lainnya,” ujar Parjan, pedagang sosis bakar.

Kosasih, wartawan senior di Kota Bekasi, mengakui, minimnya tempat terbuka hijau di wilayah setempat. Sehingga tak heran jika warga banyak memanfaatkan  lahan sekitar sawah atau pun taman di kompleks tertentu untuk sekadar  nongkrong.

“Harusnya Pemkot Bekasi bisa mengelola area sawah yang masih tersisa seperti di Bekasi Utara untuk dijadikan destinasi wisata di tengah perkotaan,” ujarnya.

Menurutnya, banyak area persawahan meski sudah dimiliki perusahaan tertentu tapi belum dimanfaatkan. Bisa dijadikan alternatif tempat wisata.

“Dinas Pariwisata sendiri mengakui minim tempat wisata alam di Bekasi. Semuanya mall ataupun water park, biayanya mahal. Tidak mungkin terjangkau oleh rakyat jelata yang hanya menjadi buruh harian lepas,” pungkasnya.

Lihat juga...