Argomulyo Miliki Potensi Besar Bidang Pertanian dan Peternakan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Yayasan Damandiri selaku pencetus program Desa Cerdas Mandiri Lestari, akan mendorong tiga desa binaan sebagai desa yang fokus mengelola berbagai usaha di sektor pertanian dan peternakan. Ketiga desa tersebut adalah desa Argomulyo di Sedayu, Bantul, desa Bantaragung di Majalengka, Jawa Barat, dan desa Cilongok di Banyumas, Jawa Tengah. 

Ketiganya dipilih, karena dinilai memiliki potensi sangat besar di sektor pertanian, peternakan maupun perikanan. Hal tersebut disampaikan Direktorat Usaha Produktif, Unit Pertanian dan Industri Kreatif, Koperasi Sekunder KBSM (Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri), selaku holding Yayasan Damandiri, Lasworo Suyono, di sela kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo Tutup Buku Tahun 2019 di Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di dusun Kemusuk, Senin (28/9/2020).

Lasworo mengatakan, dengan fokus ke sektor pertanian, maka mulai 2020 ini berbagai program pemberdayaan di tiga Desa Cerdas Mandiri Lestari tersebut akan lebih banyak menyasar bidang-bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Apalagi, selama ini ketiganya telah memiliki unit usaha di sejumlah bidang tersebut, baik itu demplot budi daya tanaman, ternak, dan sebagainya.

Direktorat Usaha Produktif, Unit Pertanian dan Industri Kreatif, Koperasi Sekunder KBSM (Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri), selaku holding Yayasan Damandiri, Lasworo Suyono, di sela kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo Tutup Buku Tahub 2019 di desa setempat, Senin (28/9/2020). –Foto: Jatmika H Kusmargana

“Seperti di desa Argomulyo ini, kan sudah memiliki demplot ternak sapi sejak 2017. Dan, selama ini sudah berjalan cukup baik. Itu yang harus kita tingkatkan. Lalu, di sini juga terdapat kelompok besar perikanan, khususnya budi daya ikan nila. Ke depan, kita akan susun program agar potensi ini bisa dikembangkan. Untuk polanya, masih kita rumuskan,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Gatot Nugroho, mengatakan pihaknya telah menyusun rencana pengembangan sektor pertanian, perikanan dan peternakan secara terpadu pada 2020 ini. Program itu berupa pelatihan budi daya ikan nila, ayam Jawa Super (Joper), serta Magot BSF secara modern dan berkesinambungan.

“Sesuai rencana, kita akan mengembangkan pertanian terpadu untuk menggenjot ekonomi produktif masyarakat. Yakni, dengan mendorong masyarakat memulai budi daya ikan nila, lele, ayam Joper dan magot secara bersamaan dalam satu siklus. Langkah awal bisa dimulai dari skala rumah tangga,” katanya.

Terkait teknik budi daya, pengadaan bibit, maupun saprotan, seluruhnya nanti akan dibantu dan disuplai oleh koperasi. Begitu panen, hasilnya juga akan diambil oleh koperasi untuk diolah dan dipasarkan. Salah satu bentuk olahannya adalah berupa frozenfood atau makanan beku. Baik untuk hasil panen ayam Joper, ikan lele maupun ikan nila.

“Jadi, nanti kita akan memanfaatkan limbah/sampah rumah tangga sebagai media budi daya magot. Hasil panen budi daya magot, digunakan sebagai pakan ikan lele, nila dan ayam Joper. Kotoran ayam joper bisa dimanfaatkan untuk budi daya magot. Sedangkan air limbah ikan lele bisa untuk menanam sayuran hidroponik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan para ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani, juga akan dilibatkan dalam proses pengolahan hasil panen. Yakni, dalam membuat frozenfood, maupun memasarkan produk frozenfood itu sendiri ke konsumen.

“Keuntungannya jelas akan bisa menambah income keluarga. Misalnya, si bapak dan anak mendapatkan hasil dari budi daya terpadu ikan lele, nila, magot dan ayam Joper. Sementara si ibu bisa mendapatkan hasil dari mengolah frozenfood atau memasarkannya ke toko-toko maupun secara online,” jelasnya.

Lihat juga...