Argomulyo Terapkan Pertanian Terpadu Wujudkan Kemandirian Pangan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, terus mendorong terwujudnya kemandirian pangan desanya.

Setelah mendorong pelaksanaan Musdes (Musyawarah Desa) pada Juni 2020 lalu, kini Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, mulai menjalankan sejumlah rencana program yang telah disusun. Salah satunya, program pengembangan pertanian terpadu berupa budi daya Magot, ternak ikan lele, serta ayam Joper secara modern.

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Gatot Nugroho, mengatakan pihaknya akan mendorong setiap warga desa memulai budi daya magot, ikan lele serta ayam Joper skala rumah tangga, melalui sebuah pelatihan yang dipusatkan di koperasi. Pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan sistem terbaru yang menggabungkan tiga budi daya dalam satu siklus sekaligus.

“Jadi, sistem ini akan memanfaatkan limbah/sampah rumah tangga sebagai media budi daya magot. Hasil panen budi daya magot, digunakan sebagai pakan ikan lele, nila dan ayam Joper. Sementara kotoran ayam joper bisa dimanfaatkan untuk budi daya magot. Sedangkan air limbah ikan lele bisa untuk menanam sayuran hidroponik,” jelasnya.

Hasil panen ikan lele, nila maupun ayam Joper nantinya akan diolah menjadi makanan beku (frozenfood) dengan melibatkan para ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Tani Wanita (KWT). Selain memproduksi atau mengolah hasil panen, mereka juga akan didorong untuk bisa memasarkan produk frozenfood tersebut ke konsumen.

“Keuntungannya jelas akan bisa menambah income keluarga. Misalnya, si bapak dan anak mendapatkan hasil dari budi daya terpadu ikan lele, magot dan ayam Joper. Sementara si ibu bisa mendapatkan hasil dari mengolah frozenfood dan memasarkannya ke toko-toko maupun secara online,” jelasnya.

Tak hanya itu, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo juga telah berencana mengembangkan usaha ternak sapi di dusun Kaliberot, yang telah berjalan sejak 2017. Selain sejumlah ternaknya telah berkembang cukup baik, usaha yang dikelola Kelompok Ternak Ngudi Rejeki ini, saat ini bahkan telah mampu mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik untuk dipasarkan.

“Kita akan dorong usaha ternak ini, agar bisa bersinergi dengan pemerintah desa. Dengan begitu, jika pemerintah desa hendak melakukan revitalisiasi lahan yang kurang produktif, bisa bekerja sama dengan kelompok ternak untuk memanfaatkan pupuk organik yang dihasilkan. Sehingga, ketahanan pangan desa bisa terwujud,” ungkapnya.

Salah satu program di sektor pertanian yang juga akan dilakukan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, juga terkait revitalisasi dan modernisasi tempat-tempat penggilingan padi di desa Argomulyo.

Tempat-tempat penggilingan padi yang mangkrak, akan diberikan bantuan modal oleh koperasi, untuk kemudian dibenahi sehingga dapat difungsikan kembali.

“Rencananya, tempat-tempat penggilingan padi yang selama ini mangkrak akan kita beri modal, agar bisa direnovasi, sehingga bisa menjadi tempat-tempat penampungan hasil panen petani. Menjadi lumbung-lumbung desa. Dengan begitu, harga jual gabah petani bisa lebih stabil. Ketahanan pangan desa juga akan cepat terwujud,” pungkasnya.

Lihat juga...