Bandar Lampung Zona Merah, Sejumlah Pelaku Usaha Tetap Beroperasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah pelaku usaha tetap beroperasi meski kota Bandar Lampung kembali masuk zona merah penyebaran Covid-19.

Santi, salah satu pemilik usaha roti bakar dan pisang goreng di Jalan Kartini, Tanjung Karang, Bandar Lampung mengaku ia memilih tetap berusaha. Tuntutan ekonomi sebutnya mengesampingkan kekhawatiran akan virus Corona yang jadi pandemi.

Santi menyebut antisipasi penyebaran Covid-19 di dekat tempat usaha miliknya disiapkan tempat cuci tangan dengan sabun. Memakai ember khusus serta sabun setiap pelanggan yang datang wajib mencuci tangan. Kesadaran masyarakat terutama pelanggannya memakai masker cukup tinggi. Pelanggan yang menyukai menu kuliner buatannya sebagian memilih membeli untuk dibawa pulang (take away).

Semenjak pandemi Covid-19 merebak terutama wilayah kota Bandar Lampung yang masuk zona merah, aplikasi pesan antar dimaksimalkan. Pelanggan yang khawatir akan virus Corona masih tetap bisa menikmati kuliner buatannya dengan sistem pemesanan online. Ia menggunakan transaksi uang digital berbasis QRIS sehingga mengurangi uang tunai.

“Pelanggan bisa memesan secara online lalu diantarkan dengan jasa ojek online yang sudah terintegrasi sehingga mengurangi antrean sekaligus kerumunan pada usaha kuliner yang saya sediakan hanya pada malam hari ini,” terang Susi saat ditemui Cendana News, Jumat malam (30/10/2020).

Antisipasi kerumunan Santi juga menambahkan, ia mengurangi penyediaan kursi dan meja. Penyediaan kursi dan meja yang masih ditempatkan pada usaha yang ditekuninya tetap memberlakukan pengaturan jarak. Ia memilih tetap membuka usaha karena Mall Kartini tepat di depan usahanya juga tetap beroperasi. Pusat perbelanjaan itu bahkan selalu ramai dikunjungi warga.

Petugas dari tim gugus tugas Covid-19 sebutnya telah melakukan penyekatan di akses masuk kota Bandar Lampung. Warga yang terbukti reaktif saat dilakukan rapid test dipastikan tidak boleh masuk kota Bandar Lampung. Meski ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19 kedisiplinan masyarakat menjadi cara pencegahan.

“Usaha kecil harus tetap jalan karena menjadi sumber penghasilan bagi kami yang mengandalkan dari berjualan,” terang Santi.

Mendapat omzet lebih dari ratusan ribu per malam Santi yang buka sejak sore menyebut berharap pandemi segera berakhir. Sebab dengan adanya penyebab masalah kesehatan itu berimbas pada berkurangnya aktivitas masyarakat. Sebagian warga yang berkumpul hingga malam hari dalam suasana libur panjang lebih sepi dibandingkan kondisi normal. Imbasnya omzet berkurang dari usaha yang ditekuninya.

Pemilik usaha kuliner lainnya bernama Sutrini mengaku libur panjang tak berdampak signifikan. Libur Maulid Nabi dan cuti bersama selama lima hari kerap bisa dimanfaatkan oleh warga untuk berlibur. Akses masuk di Jalan Yos Sudarso, Teluk Betung kerap jadi perlintasan wisatawan. Usaha warung makan pecel lele Chogan jadi tempat perhentian untuk wisatawan.

Sutrini dan Santo, pedagang kuliner di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Teluk Betung, Bandar Lampung, tetap berjualan meski Bandar Lampung masuk zona merah, Jumat malam (30/10/2020) – Foto: Henk Widi

“Usaha travel kerap mampir untuk membawa penumpang makan di sini, namun kini sepi,” cetusnya.

Tetap berjualan saat pandemi Covid-19, Sutrini memastikan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebelum masuk ke warung tenda miliknya ia telah menyiapkan tempat cuci tangan. Pengaturan jarak tempat duduk telah disiapkan agar pelanggan tidak kontak fisik. Sistem pemesanan memakai aplikasi pada menu makanan yang dibuat sekaligus mengurangi pelanggan makan di tempat.

Selain sejumlah tempat usaha kuliner yang tetap beroperasi, sejumlah tempat bersantai masih jadi favorit bagi masyarakat. Lokasi taman gajah, taman depan Masjid Agung Al Furgon Bandar Lampung jadi tempat berkumpul bagi sejumlah warga.

Imbauan melalui pengeras suara dari gugus tugas Covid-19 kerap datang mengingatkan warga untuk memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan.

Lihat juga...