Banjar dan Ciamis Dapat Tambahan Pasokan LPG Bersubsidi

Petugas melakukan pengisian Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji ) milik Pertamina – Foto Ant

CIAMIS – PT Pertamina menambah pasokan LPG 3 kg atau gas subsidi untuk rumah tangga miskin di Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kebijakan tersebut diambil, setelah hasil observasi di lapangan menyebut, terjadi peningkatan permintaan gas di daerah itu.

Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina MOR III, Eko Kristiawan menyatakan, penambahan pasokan gas subsidi itu sifatnya fakultatif. Hal itu dilakukan agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi, dengan harga jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)

“Berdasarkan observasi kami di lapangan, pasca-aksi unjuk rasa, masyarakat mendatangi distributor resmi Pertamina untuk membeli LPG 3 Kgm sesuai dengan harga eceran tertinggi, melihat dari kebutuhan tersebut, kami melakukan pasokan fakultatif supaya dapat memenuhi kebutuhan LPG masyarakat,” katanya, Rabu (14/10/2020).

Ia mengimbau, masyarakat untuk membeli gas subsidi di Pangkalan LPG Pertamina, agar memperoleh harga resmi sesuai SK Pemda setempat. Pasokan tambahan gas subsidi itu, dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain suplai fakultatif, Pertamina juga melakukan pasokan reguler sesuai kuota di daerah tersebut. Khusus di Kota Banjar, didistribusikan gas subsidi lebih dari 5 ribu tabung atau sekira 15 Metric Ton (MT). Penyaluran langsung melalui agen dan pangkalan sebagai distributor resmi Pertamina yang tersebar di empat kecamatan.

Sedangkan di Kabupaten Ciamis, dilakukan penambahan 14.200 tabung pasokan fakultatif, atau sekira 42 MT. Seluruh gas yang telah didistribusikan itu, dapat diperoleh masyarakat di pangkalan resmi Pertamina dengan harga jual sesuai HET. “Kami juga terus memantau agen dan pangkalan agar menjual LPG subsidi sesuai dengan HET,” ungkapnya.

Sementara itu, pemanfaatan gas subsidi itu berdasarkan Pasal 20 ayat (2) Peraturan Menteri ESDM No. 26/2009 yang menjelaskan, LPG 3 Kg diperuntukkan bagi penggunaan rumah tangga pra sejahtera dan usaha mikro. Rumah tangga yang termasuk keluarga pra sejahtera adalah mereka yang berpendapatan maksimal Rp1,5 juta per bulan. Sedangkan usaha mikro yang berhak menggunakan gas subsidi adalah, yang memiliki aset maksimal Rp50 juta, dan beromzet maksimal Rp300 juta per tahun. (Ant)

Lihat juga...