Banjir Datang, Penyakit Leptospirosis Mengancam

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, saat dihubungi di Semarang, Jumat (30/10/2020). Foto Arixc Ardana

SEMARANG — Bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Jateng, memunculkan ancaman lain, terkait kesehatan.

Salah satunya, leptospirosis, penyakit menular yang berasal dari hewan dan menjangkiti manusia atau zoonosis.

“Penyakit leptospirosis, biasanya muncul bersamaan dengan bencana banjir yang melanda suatu daerah atau wilayah. Jika tidak ditangani dengan baik, dapat menjadi ancaman kematian bagi masyarakat,” papar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, saat dihubungi di Semarang, Jumat (30/10/2020).

Masuk kategori zoonosis, penyakit ini dapat menyerang manusia ataupun hewan.

“Jika tidak diobati, leptospirosis dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti gagal ginjal atau hati, meningitis, kesulitan bernapas, dan perdarahan, hingga berakibat kematian,” tandasnya

Berdasarkan data Dinkes Jateng pada 2018 lalu, ditemukan sebanyak 427 kasus leptospirosis, dengan angka kematian mencapai 89 orang.

“Lalu kenapa, kasus leptospirosis relatif meningkat setelah banjir atau pada musim hujan? Hal itu disebabkan masyarakat lebih banyak mengalami kontak dengan air kotor, seperti banjir, yang berpotensi terkontaminasi oleh urin hewan yang mengandung kuman penyebab leptospirosis, khususnya urin tikus,” tambahnya.

Dijelaskan, air seni atau urin tikus yang terbawa banjir, kemudian masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit yang terluka, atau selaput lendir mata dan hidung.

Gejala awalnya seperti masuk angin, panas, pusing, nyeri sendi, terutama otot betis. Selain itu, nafsu makan berkurang sampai hilang sama sekali.

“Jika mulai ada gejala seperti itu, khususnya setelah banjir, dianjurkan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi ini harus diwaspadai, sebab perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium,” tambahnya.

Pihaknya pun menghimbau masyarakat untuk memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Termasuk segera membersihkan diri, dengan sabun, setelah bersih-bersih banjir.

Selain itu, upaya untuk menjaga kebersihan makanan, juga diperlukan. Simpan makanan dan minuman dengan baik, agar terhindar dari tikus.

Terpisah, Drh Wahyu Pertiwi dari Drh Nugroho Animal Center Semarang, menambahkan leptospirosis juga bisa menyerang hewan peliharaan.

“Infeksi bakteri ini cukup berbahaya, bisa merusak hati. Seluruh permukaan tubuh, gusi dan matanya akan menguning, hingga dapat mengakibatkan kematian pada hewan peliharaan,” jelasnya.

Leptospirosis pada hewan peliharaan, umumnya menyerang anjing dan kucing.

“Untuk itu, kebersihan lingkungan rumah menjadi penting, dalam upaya pencegahan agar bisa terhindar dari penyakit tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...