Bank BJB Salurkan Dan PEN Rp5,3 Triliun

BANDUNG – Bank BJB menyalurkan kredit dana program pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 18 Oktober 2020  III sebesar Rp5,3 triliun.

“Hasilnya tak mengecewakan. Perusahaan sanggup membayar tuntas kepercayaan pemerintah dengan melipatgandakan penyaluran melebihi target dari dana penempatan pemerintah sebesar Rp2,5 triliun. Per 18 Oktober 2020, total nominal fasilitas kredit PEN yang disalurkan Bank BJB mencapai Rp5,3 triliun, atau 106 persen dari target,” kata Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, dalam siaran persnya.

Yuddy menuturkan, sebagian besar daya dan upaya perseroan dikerahkan untuk mengakselerasi pembiayaan dalam rangka pemulihan ekonomi.

Ikhtiar ini, kata dia, diintegrasikan dengan langkah bisnis perusahaan melalui program kunci bjb PENtas (Penguatan Ekonomi Nasional Tangguh dan Sejahtera), yang didukung penuh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Seiring dengan itu, ekspansi pembiayaan di luar pos dana PEN juga terus mengalir pada sektor produktif.

Ia mengatakan, aliran kredit terjadi di seluruh segmen, baik korporasi dan komersial, UMKM, maupun konsumer yang masih menjadi captive market.

“Perseroan juga tetap memperhatikan kualitas kredit dengan berpegang teguh prinsip kehati-hatian,” kata dia.

Menurut dia, langkah ringan perusahaan ditopang pula oleh strategi digitalisasi layanan yang sudah difokuskan sejak awal tahun.

Digitalisasi layanan perbankan ini meliputi pembaruan pada rumah aplikasi mobile banking bjb DIGI, penyertaan teknologi QRIS, dan kelahiran uang elektronik perseroan bjb DigiCash.

Langkah digitalisasi ini membuahkan hasil positif saat situasi pandemi Covid-19, transaksi digital bank bjb menggenjot perolehan fee based income di 2020.

Dengan situasi berjalan ini, bank bjb makin optimis dan percaya diri menghadapi kuartal akhir di pengujung 2020.

Perseroan memastikan aktivitas bisnis ekspansif tidak akan mengendur demi mengakselerasi target-target dan menjaga ritme usaha, yang juga diarahkan agar terus berkontribusi terhadap kebangkitan ekonomi nasional. (Ant)

Lihat juga...