Bantul Bangun Sumur Dalam, Dukung Pengembangan Agrowisata Nawungan

BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan sumur dalam dan sarana lain sebagai upaya mendukung pengembangan kawasan agrowisata Nawungan, Desa Selopamioro, Imogiri.

“Sebagai program premium Pemda Bantul telah menganggarkan Rp1 miliar untuk pembuatan sumur dalam dan pemeliharaan di Bukit Dermo Nawungan sebagai kawasan agrowisata,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Yus Warseno usai kunjungan ke Nawungan Bantul, Selasa (13/10/2020).

Menurut dia, pembangunan sumur dalam di Nawungan itu guna menunjang sarana pengairan lahan pertanian bawang merah semi organik di Nawungan yang rencana akan diperluas 25 hektare, sedangkan pemeliharaan Bukit Dermo sebagai upaya meningkatkan potensi wisata alam.

“Dari dukungan anggaran saat ini telah proses pembangunan bangsal pascapanen, bantuan kendaraan roda tiga dan proses pembuatan sumur dalam dan pembukaan lahan baru seluas 25 hektare, direncanakan Nawungan akan dijadikan Agrowisata yang terkoneksi dengan objek wisata terdekat,” katanya.

Menurut dia, kawasan perbukitan Nawungan akan dikembangkan sebagai agrowisata tidak lepas dari kegiatan budidaya tanaman bawang merah semi organik, sementara di sisi lain memiliki pemandangan alam yang bisa menjadi daya tarik wisata.

Dia mengatakan, total lahan pertanian yang ada di Desa Selopamioro seluas 279 hektare, 90-an hektare diantaranya lahan bawang merah di Nawungan yang rencana akan ditambah seluas 25 hektare dengan dukungan sarana dan pendampingan dari pemerintah daerah.

“Untuk panen bulan ini di Nawungan yang ditanami hanya sekitar 40an hektare karena terkendala ketersediaan air karena musim kemarau. Namun hasil panen bawang merah sudah habis terjual dengan harga Rp22 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram,” katanya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Nawungan, Juwari mengatakan, dalam perluasan lahan bawang merah, para petani mengharapkan ada fasilitasi sumur dalam untuk mengangkat air tanah, dan embung guna mempermudah pengairan lahan, agar biaya produksi tanam hingga panen bisa diminimalkan.

“Kemudian juga sarana jalan yang memadai menuju ke sawah, untuk embung guna perluasan 25 hektare itu perlu embung di puluhan titik. Sekarang baru ada sedikit embung, jadi masih kurang, jadi embung itu dibuat menurut pemilik lahan, misal satu lahan di situ harus ada embung,” katanya. (Ant)

Lihat juga...