Banyak Masyarakat di Sikka Belum Sadar Pentingnya Menjaga Hutan

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Masyarakat di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terutama yang berdiam di sekitar kawasan hutan lindung Egon Ilimedo masih belum menyadari pentingnya menjaga hutan lindung di sekitar wilayahnya.

Selain itu, masyarakat yang selalu melintasi jalan negara di dekat kawasan hutan lindung, seperti di Desa Wairterang serta jalan kabupaten dari Desa Persiapan Egon Buluk di Kecamatan Waigete menuju Desa Egon Gahar di Kecamatan Mapitara, juga belum memiliki kesadaran untuk mencegah kebakaran.

“Masih terjadi kebakaran lahan, baik di hutan lindung Egon Ilimedo maupun di kawasan hutan sekitar hutan lindung, sehingga api menjalar ke kawasan hutan lindung,” sebut Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan (UPT KPH) Kabupaten Sikka, Benediktus Hery Siswad,i saat ditemui di kantornya, Rabu (7/10/2020).

Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan (UPT KPH) Kabupaten Sikka, NTT, Benediktus Hery Siswadi, saat ditemui di kantornya, Rabu (7/10/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Hery mengatakan, saat musim kemarau, kebakaran hutan selalu terjadi, termasuk awal bulan Oktober lalu di kawasan hutan di Dusun Blidit yang berada dekat kawasan hutan lindung Egon Ilimedo.

Dirinya menyesalkan masih adanya perilaku masyarakat yang masih membuka kebun dan membakar lahan saat musim kemarau dan angin kencang tanpa menjaganya, sehingga api menjalar ke hutan lindung.

“Ada juga yang membakar lahan saat malam hari, serta membakar lahan, terutama padang rumput untuk berburu, sehingga api menjalar ke kawasan hutan lindung yang berada di sekitarnya,” ungkapnya.

Hery menyebutkan, saat musim kemarau banyak daun dan ranting pohon kering, ditambah angin kencang sehingga sisa api bekas pembakaran lahan kebun bisa menyala kembali.

Selain itu, pengendara yang melintas di jalan juga kadang membuang puntung rokok di pinggir jalan, sehingga mengenai dedaunan kering dan api pun cepat membesar tertiup angin.

“Petugas kami kewalahan dalam melakukan pemadaman api, karena memiliki peralatan terbatas. Makanya, sering pemadaman dilakukan manual dengan menggunakan ranting pohon,” ungkapnya.

Camat Waigete, Even Edomeko, mengatakan meskipun kewenangan pengurusan hutan lindung berada di provinsi namun pihaknya selalu bekerja sama dengan UPT KPH Sikka dan pemerintah desa melakukan, untuk sosialisasi kepada masyarakat.

Even menyebutkan, pihaknya selalu mengimbau kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan, agar jangan membakar lahan, terutama di sekitar kawasan hutan lindung, karena api berpotensi menjalar ke hutan lindung.

“Bila hutan sering terbakar, maka debit air yang dipergunakan warga di Waigete untuk mengairi persawahan pasti akan berkurang. Kami selalu mengimbau masyarakat agar menjaga hutan,” ucapnya.

Lihat juga...