Bappenas: Semua Pihak Harus Bersiap Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Dalam lima bulan mendatang, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, curah hujan di Indonesia akan terus meningkat signifikan hingga 40 persen di atas normal. Hal itu diakibatkan oleh adanya fenomena La Nina yang mulai terdeteksi di Samudera Pasifik.

Melanjutkan laporan tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengatakan, bahwa semua pihak harus mulai menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menghadapi potensi terjadinya bencana Hidrometeorologi.

“Perlu adanya komunikasi antara BMKG bersama Kementerian/Lembaga (K/L) untuk menyampaikan informasi kepada Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota tentang risiko kerusakan dan kerugian terutama daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Suharso usai mengikuti Rapat Terbatas dengan Presiden secara virtual, Selasa (13/10/2020).

Selain itu, menurut Suharso, K/L bersama Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota, juga harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kerusakan dan kerugian dengan menggunakan anggaran yang tersedia atau melakukan perubahan kegiatan pada lokasi rawan banjir dan longsor.

“Perlu digaris bawahi, K/L dan Pemda perlu memastikan berfungsinya peringatan dini kejadian banjir dan tanah longsor. Perlu memastikan pengamanan dan perlindungan fasilitas publik bendungan, jembatan, jaringan irigasi dan jalan, memastikan pengamanan dan perlindungan bangunan sekolah, Puskesmas, Rumah Sakit dan bangunan lainnya. Memastikan tempat evakuasi sementara bagi para pengungsi, serta memastikan penyiapan dan penerapan protokol kesehatan pada tempat-tempat pengungsian,” jelas Suharso.

Penekanan yang sama juga disampaikan, Presiden, Joko Widodo. Saat memimpin ratas, Presiden menyampaikan bahwa semua perlu mengantisipasi adanya bencana seperti La Nina dan hidrometeorologi. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kenaikan curah hujan mencapai 20 hingga 40 persen

“Saya ingin agar kita semuanya menyiapkan diri mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi dan juga dampak dari La Nina ini terhadap produksi pertanian agar betul-betul dihitung terhadap sektor perikanan dan juga sektor Perhubungan, karena 20 -40 persen itu bukan kenaikan yang sedikit,” ujar Presiden.

Untuk informasi tambahan, selain memaparkan langkah-langkah antisipasi bencana hidrometeorologi, Kepala Bappenas juga menyampaikan mengenai langkah-langkah prioritas nasional yang terkait Ketahanan Bencana. Berdasarkan data dari Bappenas, salah satu program Prioritas Nasional dalam RPJMN 2020-2024 adalah Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim.

“Prioritas Nasional 6: Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim arah kebijakannya adalah Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup; Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup; Pembangunan Rendah Karbon,” kata Suharso.

Bappenas akan melakukan langkah-langkah konkret berupa tindak lanjut jangka pendek dan jangka panjang sebagai upaya menyelaraskan program Prioritas Nasional yang sesuai RPJMN 2020-2024.

Lihat juga...