Batalyon Infanteri 405/SK Siapkan 5 Hektare Lahan untuk Ketahanan Pangan

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat Batalyon Infanteri 405/Surya Kusuma (SK) Wangon turun tangan memperkuat ketahanan pangan. Dengan menggandeng ahli pertanian serta melibatkan para petani lokal, Batalyon 405/SK menyiapkan 5 hektare lahan untuk berbagai macam tanaman.

Komandan Batalyon Inf (Danyonif)  405/SK, Letkol Inf Kresna Santy Dharma mengatakan, lahan yang disiapkan merupakan milik batalyon yang selama ini disewakan kepada para petani. Dan lahan tersebut mulai minggu depan akan dikelola sendiri oleh batalyon.

“Kita siapkan 5 hektare lahan untuk tanaman bawang sebanyak 2 hektare, kemudian timun, tomat dan kacang panjang masing-masing 1 hektare,” kata Letkol Inf Kresna, Selasa (20/10/2020).

Komandan Batalyon Inf (Danyonif) 405/SK, Letkol Inf Kresna Santy Dharma di kantornya, Selasa (20/10/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Danyonif menjelaskan, lahan di sekitar kawasan batalyon merupakan wilayah yang surplus air. Sehingga harus dimanfaatkan dengan baik dan menggunakan metode yang tepat. Karena itu, pihaknya sudah menggandeng ahli pertanian dan juga sudah menyerap aspirasi para petani sekitar untuk jenis tanaman yang akan ditanam.

“Sesuai dengan arahan dari Pangdam, maka kita libatkan petani lokal, nantinya para petani ini yang akan mengerjakan lahan mulai dari tanam hingga panen, karena jumlah anggota kita juga terbatas,” terangnya.

Menurut Kresna, ketahanan pangan di tengah pandemi sangat perlu ditingkatkan, mengingat banyak masyarakat yang terdampak pandemi. Mulai dari kehilangan pekerjaan, penghasilan yang menurun dan sebagainya. Sehingga pembukaan 5 hektare lahan pertanian tersebut, setidaknya akan menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Selama ini, para petani sekitar sudah banyak yang menanam tanaman serupa, namun dengan hasil yang belum maksimal. Sehingga metode pertanian yang dibawa ahli yang diganteng oleh batalyon ini, diharapkan mampu meningkatkan hasil panen petani.

“Ahli pertanian ini, selain mengerjakan lahan milik batalyon, juga terbuka untuk tempat konsultasi para petani di sini. Sehingga jika petani ingin bertanya atau konsultasi supaya hasil panen meningkat, bisa datang ke sini, kita sangat terbuka dan siap membantu para petani,” ucapnya.

Untuk pupuk yang digunakan merupakan pupuk organik yang mampu meningkatkan kesuburan tanah dan mengembalikan unsur hara tanah.

Sementara itu salah satu petani di Wangon, Nano mengatakan, menyambut baik upaya batalyon untuk mulai menanam bawang, tomat, timun dan kacang panjang. Selama ini, ia juga sudah menanam tanaman serupa, namun hasil panen belum maksimal.

“Informasinya nanti ada ahli pertanian yang juga akan mengajari kita untuk meningkatkan hasil panen,” tuturnya.

Lihat juga...