Begini Prioritas Sasaran Vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Sasaran vaksinasi di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, saat ini masuk tahap mikro planning atau persiapan awal pelaksanaan kegiatan. Sasaran vaksinasi sendiri kategori usia 18-59 tahun.

“Upaya vaksinasi di Kota Bekasi sesuai edaran dilaksanakan awal tahun 2021. Perlu digarisbawahi sasaran adalah usia mulai dari 18-59 tahun, tidak melihat latarbelakang sosial,” ungkap Dezi Syukrawati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Jumat (16/10/2020).

Dikatakan, dari kategori usia tersebut, tidak serta merta langsung dilakukan vaksin. Tetapi terlebih dulu sasaran akan diperiksa kesehatannya. Jika kondisi sehat, akan dilanjutkan begitu pun jika sebaliknya maka akan dialihkan.

Menurutnya, untuk sasaran tentu pihak berisiko seperti tenaga medis, TNI, Polri dan aparatur lainnya  menjadi sasaran disamping masyarakat atau mereka yang menjadi pelayan.

“Saat ini Dinkes sudah melakukan koordinasi dengan Disduk Capil, Dinsos terkait sasaran penduduk untuk mendapatkan vaksinasi, di masing-masing Puskesmas,” tandasnya.

Dinkes Kota Bekasi sendiri saat ini sedang mengumpulkan data masyarakat yang  mendapatkan prioritas dalam penerimaan vaksin Covid-19 ini.

“Saat ini kami sedang mengumpulkan data sasaran dulu, untuk siapa saja yang harus divaksin. Kapan dimulai dan kapan pelaksanaannya kami informasikan selanjutnya,” akunya.

Sebagai informasi, Kota Bekasi mendapatkan jatah prioritas vaksinasi Covid-19 tahap satu yang diberikan  Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar disuntikkan kepada masyarakat Kota Bekasi sebanyak 480.000 jiwa di 56 kelurahan.

Dalam kesempatan itu, Desy juga menyampaikan terkait ketersediaan fasilitas di wilayah Kota Bekasi sampai saat ini dalam kondisi kondusif.

“Masih banyak tempat perawatan tersedia. Tapi tentunya kita berharap tidak terisi dan warga Kota Bekasi sehat semua,” paparnya mengatakan PCR terus dilaksanakan di enam titik.

Fokus pemeriksaan saat ini adalah klaster keluarga. Sampai saat ini juga belum ada klaster demo, setidaknya berdasarkan data perusahaan yang terkait omnibus law.

Lihat juga...