Belajar dari Rumah, Minat Baca Perpustakaan Digital Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Minat baca selama belajar dari rumah atau pun kuliah dari rumah, di masa pandemi Covid-19, ternyata meningkat. Beragam tugas atau pekerjaan rumah, turut mendorong peningkatan jumlah pembaca di perpustakaan digital.

“Meski jumlah pengunjung atau pembaca yang datang langsung ke perpustakaan cenderung menurun selama pandemi Covid-19, namun untuk pengunjung perpustakaan digital UPGRIS justru meningkat,” papar Kepala UPT Perpustakaan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Endah Rita Sulistya Dewi, saat ditemui di perpustakaan kampus tersebut, Kamis (22/10/2020).

Dipaparkan, untuk kunjungan fisik, karena ada aturan pembatasan hingga keharusan tidak menimbulkan kerumunan, juga dibatasi.

“Kunjungan maksimal hanya 50 persen dari kapasitas atau 150 orang. Namun jumlah ini juga berkurang, karena mahasiswa masih belajar dari rumah, jadi pengunjung turun,” paparnya.

Kenaikan justru terjadi pada perpustakaan digital. Dalam sebulan rata-rata pengakses perpustakaan online tersebut, antara 1.800 – 2.000 pengunjung. Angka tersebut meningkat hampir 30 persen, dibanding sebelum pandemi.

Beragam tugas atau pekerjaan rumah, turut mendorong peningkatan jumlah pembaca di perpustakaan, selama pandemi Covid-19, Kamis (22/10/2020) –  Foto: Arixc Ardana

“Hal ini karena mereka, rata-rata mahasiswa kita yang mengakses, mereka masih belajar dari rumah. Jadi tidak bisa datang langsung ke perpustakaan, sehingga memilih membaca dari perpustakaan digital yang kita miliki,” terangnya.

Rita menjelaskan, ada ribuan judul buku dalam perpustakaan digital milik UPGRIS, mulai dari e-book beragam keilmuan seperti teknik, biologi, kimia, sipil hingga pendidikan, juga ada beragam jurnal dan skripsi.

“Perpustakaan digital ini sifatnya terbuka, jadi masyarakat umum pun bisa mengaksesnya, melalui library.upgris.ac.id. Mau cari buku apa saja ada, tinggal dicari di kolom katalog. Masukkan kata kuncinya, misalkan budi daya cabai. Tinggal klik, akan muncul beragam buku digital yang bisa dibaca,” tambahnya.

Pihaknya juga berupaya untuk melengkapi jumlah koleksi buku, hingga meningkatkan minat baca, khususnya mahasiswa di kampus tersebut.

“Untuk meningkatkan minat baca, kita unggah koleksi buku terbaru kita, kemudian lomba resensi buku hingga bedah buku,” tandas Rita.

Tidak mengherankan, jika kemudian dengan ribuan koleksi buku yang dimiliki, menjadikan perpustakaan UPGRIS meraih sertifikat akreditasi A dari Perpustakaan Nasional RI.

Sementara, salah satu mahasiswa UPGRIS, Avita Zulfia, juga menyampaikan hal senada. Dipaparkan, jika selama belajar atau kuliah dari rumah, minatnya membaca buku meningkat.

“Terutama untuk membantu mengerjakan tugas dari dosen. Selain itu juga untuk memperkuat keilmuan, kalau hanya mendengarkan penjelasan dosen kurang masuk. Jadi harus baca kembali,” terangnya.

Selama ini, dirinya kerap mengakses buku-buku digital yang ada di perpustakaan online. Selain lebih praktis, juga bisa dibuka kapan saja dan dimana saja.

“Jadi memang lebih memudahkan lewat perpustakaan digital. Namun bukan berarti juga perpustakaan analog, tidak bagus. Tetap sama-sama perlu,” terangnya.

Terpisah, Ketua Jaringan Perpustakaan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK), Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya menuturkan, pandemi Covid-19 membuat perpustakaan harus beradaptasi.

“Saat ini, pembelajaran dilakukan secara daring, sehingga perpustakaan yang berada di dalam kampus juga harus beradaptasi. Sebab, tidak bisa hanya memberikan pelayananan secara fisik atau offline, namun juga secara digital atau perpustakaan online,” paparnya.

Di lain sisi, keterbatasan koleksi buku pada perpustakaan digital juga harus dicari solusinya, sebab saat ini masih tidak selengkap apabila para pemustaka datang langsung ke perpustakaan.

Lihat juga...