Bengkulu Siaga Bencana Banjir-Longsor

BENGKULU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, menetapkan status siaga setelah empat daerah di provinsi itu mengalami bencana banjir beberapa hari lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar, mengatakan empat daerah yang mengalami banjir, yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, Kabupaten Lebong dan Kabupaten Bengkulu Utara.

“Sekarang statusnya masih siaga, kalau peningkatan status tanggap darurat itu kewenangan kepala daerah masing-masing, dan untuk menetapkan itu tentu ada kajian-kajian,” kata Rusdi Bakar di Bengkulu, Selasa (6/10/2020).

Menurutnya, hampir seluruh daerah di Bengkulu berpotensi mengalami banjir dan tanah longsor, terlebih pada Oktober hingga Desember, di mana curah hujan meningkat.

Meski begitu, ia memastikan persediaan bahan makanan untuk tanggap bencana masih cukup, dan telah didistribusikan ke seluruh BPBD kabupaten dan kota di Bengkulu.

“Curah hujan di Bengkulu pada Oktober hingga Desember itu termasuk tertinggi, jadi potensi terjadinya banjir itu ada di seluruh daerah,” paparnya.

Rusdi menyebut, saat ini masih ada warga yang berada di pengungsian, khususnya warga di Kabupaten Seluma setelah banjir bandang menerjang daerah itu Senin (5/10) malam.

Namun, Rusdi mengaku belum dapat memastikan jumlah korban terdampak bencana banjir tersebut, sebab ia masih menunggu laporan dari BPBD kabupaten.

Sementara, Koordinator Tanggap Darurat Bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Bengkulu, MS Akhiry, menyebut saat ini 133 jiwa mengungsi setelah banjir bandang menerjang Desa Air Keruh, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu.

Lihat juga...