BNSP: Sertifikasi Penting Bagi Lulusan Lembaga Pendidikan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Pergeseran kriteria di dunia kerja yang lebih menitikberatkan pada kompetensi saat ini, membuat lembaga pendidikan dituntut untuk mampu menakar kemampuan setiap lulusannya lewat sertifikasi.

Adanya sertifikasi menjadikan setiap lulusan memiliki standar penilaian kompetisi sesuai bidang masing-masing. Sehingga dapat menjadi acuan bagi setiap angkatan kerja untuk bisa masuk ke dunia kerja disamping kepemilikan ijazah.

“Ijazah itu kan hanya menunjukkan bahwa seseorang telah menyelesaikan proses belajar. Sementara sertifikasi membuktikan lulusan memiliki kemampuan/kompetensi masing-masing. Karena itu sertifikasi sangat penting, apalagi di era seperti sekarang ini,” ujar Kepala BNSP, M Kunjung Masehat, di sela kegiatan Dies Natalis ke 43 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kamis (01/10/2020) .

BNSP yang bertugas mengeluarkan lisensi sertifikasi sendiri terus berupaya mendorong setiap lembaga pendidikan agar mampu melakukan sertifikasi pada setiap lulusannya. Hingga saat ini tercatat sudah ada 1.800 lebih lembaga yang dinilai berhak melakukan sertifikasi. Dari jumlah itu sebagian besar merupakan lembaga pendidikan.

“Lisensi P1 ini diberikan bagi lembaga pendidikan untuk bisa melakukan sertifikasi bagi setiap anak didiknya. Baik itu sekolah vokasi maupun non vokasi. Dengan lisensi P1 ini, lembaga pendidikan bisa mendirikan lembaga sertifikasi yang bersifat independen. Karena telah memiliki hak untuk melakukan sertifikasi,” katanya.

BNSP memberikan lisensi P1 pada Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) meliputi 14 skema sebagai acuan pelaksanaan proses sertifikasi bagi mahasiswanya. Ia berharap ke depan skema ini bisa dikembangkan di masing-masing prodi untuk mempermudah proses sertifikasi.

Rektor Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Dr Alimatus Sahrah M.Si MM mengaku bersukur menerima Surat Keputusan (SK) Lisensi Lembaga Sertifikas Profesi (LSP) P1 tepat di moment Dies Natalis ke 34 ini. Dengan diserahkannya lisensi ini maka kini UMBY resmi memiliki kewenangan untuk melakukan sertifikasi kompetensi dan menerbitkan sertifikat kompetensi bagi para mahasiswanya.

“Saat ini untuk masuk ke dunia kerja lulusan tidak hanya penting memiliki ijazah. Namun juga harus memiliki ketrampilan dan kompetensi sesuai bidang masing-masing. Dengan lisensi ini kita bisa mengukur kompetensi tersebut. Sehingga jika nanti dunia kerja mensyaratkan hal itu, kita sudah siap,” ungkapnya.

Sementara itu, Ir Wafit Dinarto M.Si selaku Ketua Komite Skema LSP UMBY memastikan lulusan UMBY memiliki sertifikat kompetensi bidangnya (selain memiliki ijasah Sl) yang menjamin akan kredibilitasnya dalam melakukan suatu pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya.

Selain itu, keberadaan LSP P1 juga akan menjadikan kurikulum yang ada di setiap program studi menjadi lebih terintegrasi dengan dunia kerja, serta kurikulum yang sesuai kebutuhan industri.

“Semua itu, tak lepas dari kerja keras kita semua untuk mewujudkan UMBY menjadi kampus yang Unggul, Mutu, dan Bermanfaat (UMB) sebagaimana visi yang dicanangkan pendiri kampus ini Alm Probosoetejo,” pungkasnya.

Tepat 1 Oktober 2020 hari ini, UMBY kembali mengadakan tasyakuran memperingati berdirinya universitas yang genap berusia 34 tahun. Dalam rangka memperingati dies natalis ke-34, digelar acara tasyakuran sederhana bertempat di lantai 1 Gedung Rektorat Kampus 1 UMBY J alan Wates Km.10 Yogyakarta.

Tasyakuran digelar dengan sangat sederhana mengingat masih dalam masa pandemic Covid-19. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan ini dihadiri undangan terbatas, yaitu pimpinan, yayasan, Tim BNSP dan LSP, hingga Muspika kecamatan Sedayu. Sementara segenap civitas baik itu dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa maupun masyarakat mengikuti acara ini melalui live streaming youtube.

Lihat juga...