BPPTKG: Waktu Erupsi Merapi Sudah Makin Dekat

Dokumentasi - Kubah gunung Merapi terlihat dari Tlogowatu, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (7/9/2019). -Foto: ANTARA

YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), menyebutkan erupsi yang diperkirakan akan terjadi di Gunung Merapi ke depan tidak akan sebesar erupsi pada 2010.

“Berdasarkan data pemantauan, diperkirakan erupsi berikutnya tidak akan sebesar erupsi 2010, dan cenderung akan mengikuti perilaku erupsi 2006,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, dalam acara pembukaan rangkaian peringatan Dasawarsa Merapi secara daring yang dipantau di Yogyakarta, Senin (26/10/2020).

Hanik menyebutkan, berdasarkan data pemantauan yang terus dilakukan BPPTKG pascaletusan pada 21 Juni 2020, menunjukkan, bahwa waktu erupsi Gunung Merapi berikutnya sudah makin dekat.

Menurut dia, aktivitas vulkanik Merapi saat ini makin intensif dengan berbagai kejadian gempa. Rata-rata enam kali per hari untuk gempa vulkanik dangkal (VTB), dan gempa multipase (MP) sebanyak 83 kali per hari serta deformasi mencapai 2 cm per hari.

Selain itu, pemendekan jarak tunjam juga terukur dengan alat pemantau aktivitas gunung api atau “electronic distance measurement (EDM)” dari pos pemantauan yang ada di sekeliling Merapi.

“Hal ini menunjukkan waktu erupsi berikutnya sudah makin dekat,” kata Hanik.

Hanik mengatakan, aktivitas Gunung Merapi saat ini sangat berbeda dengan erupsi pada 2010 dan 2006. Erupsi Gunung Merapi saat ini merupakan rangkaian erupsi panjang yang dimulai sejak Mei 2018.

“Jadi, sudah dua tahun lebih di mana erupsinya didominasi dengan gas yang sifatnya eksplosif, tetapi dengan indeks eksplosivitas terendah yaitu satu, atau kalau dibanding dengan erupsi 2010 ini adalah seperseribu, dan seperseratus dibandingkan dengan indeks eksplosivitas erupsi 2006,” kata dia.

Hanik berharap, dengan status Gunung Merapi yang sampai saat ini masih waspada, masyarakat harus siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana akibat erupsi gunung yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY ini.

“Erupsi Merapi adalah sebuah keniscayaan yang masyarakat sudah beradaptasi dengannya. Hidup harmoni dengan Merapi adalah slogan tidak sekadar slogan, namun sudah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat Gunung Merapi,” kata Hanik Humaida. (Ant)

Lihat juga...