Budi Daya Ikan Cupang Butuh Kesabaran

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Demam ikan Cupang melanda di Kota Bekasi, Jawa Barat, selama pandemi Covid-19. Tak heran, saat ini banyak bermunculan bisnis ikan Cupang yang menawarkan secara online maupun offline. Namun, tak banyak dari para penggemar dan penjual ikan ini yang membudidayakannya sendiri.

“Sebenarnya budi daya ikan cupang itu cukup mudah. Tapi dibutuhkan kesabaran tinggi dan ketelitian dalam proses perjodohannya, agar bisa dikawinkan,” ujar Ozi, peternak ikan Cupang di Jatiluhur, Kota Bekasi, kepada Cendana News, Senin (19/10/2020).

Ozi mengaku pada awalnya hanya sekadar hobi dengan memelihara puluhan ikan Cupang di rumahnya. Tapi, lama-kelamaan timbul keinginan untuk membudidayakannya, sehingga ia mencoba bereksperimen secara otodidak.

Ikan Cupang jenis gaint dan koi galaxi koleksi Ozi, yang banyak diminati, Senin (19/10/2020). –Foto: M Amin

Meski setelah beberapa kali pecobaan, berhasil, banyak ikan Cupang miliknya saat dicampur mati karena bertarung. Melihat fenomena itu, dia mencoba konsultasi ke temannya yang sudah sukses.

“Ternyata, penting mengetahui kapan waktu jantan birahi, baru bisa memasukkan indukan yang dalam kondisi sama.  Yang lama mencocokkan antara ikan cupang jantan dan betina, karena jika tidak jodoh pasti ada yang mati saat dicampur,” papar Ozi.

Setelah bertelur, langkah selanjutnya memisahkan antara anakan dan cupang besar. Paling lambat tiga hari harus dipisahkan, jika lebih maka akan dimakan. Dari satu indukan, akan menetas ratusan anakan ikan cupang dengan beragam warna.

“Tapi dari semua anakan, tidak semua bagus. Di sini peternak harus bisa menilai mana yang bagus dan tidak untuk diklasifikasikan,”ujarnya.

Setelah sukses melakukan budi daya, akhirnya ada ide untuk menawarkan. Bak gayung bersambut, bersama timnya, Zainuddin, membuka lapak di rumahnya jalan Yasin, Jatiluhur, Jatiasih.

Ada ratusan cupang dengan beragam warna dan jenis yang ditawarkan Ozi. Peminat pun datang dari berbagai wilayah sekitar Jakarta, Bogor dan Bekasi.

“Alhamdulillah, peminatnya banyak juga. Mungkin karena lagi tren, datang dari berbagai tempat seperti Jatinegara, Cileungsi dan Bekasi sendiri. Kami mencoba menawarkan online ataupun melalui grup WhatsApp,” ucap Zainuddin.

Saat ini, jelasnya, dengan kembali bersinarnya peminat ikan cupang memberi keuntungan tersendiri bagi pencari larva nyamuk. Karena pakan terbaik cupang adalah larva nyamuk yang sekarang sangat sulit dicari.

“Saya dengar sudah banyak budi daya larva nyamuk. Kan luar biasa, ternah nyamuk untuk menghasilkan larva. Karena kalau cupang diberi pelet, airnya cepat kotor atau keruh,” ujarnya.

Zainudin mengaku hasil pemasaran yang dilakukan pernah menembus harga tertinggi mencapai Rp500 ribu per ekor. Harga tersebut untuk jenis cupang Giant yang memiliki ukuran hingga 4 jari orang dewasa.

“Di Bekasi lagi tren sebenarnya ikan Giant, maka harganya lagi bagus. Kami menjual ikan cupang dari Rp5.000 sampai Rp1,5 juta,” ujarnya.

Lihat juga...