Budidaya Daun Pohon Pepaya, Hasilnya Belasan Juta Sebulan

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Budidaya pohon pepaya yang khusus diambil daunnya ternyata lebih menguntungkan bagi petani karena lebih mudah dalam perawatan, dan masa panen lebih singkat dibanding menunggu hingga berbuah. Penghasilan yang diraup mencapai lebih Rp15 jutaan per bulannya.

Keuntungan lainnya harga di pasaran stabil dengan kondisi apa pun. Karena daun pohon pepaya sudah memiliki pasar tersendiri di beberapa pasar tradisional di wilayah Kota Bekasi.

“Budidaya daun pepaya hanya membutuhkan waktu dua bulan dari pertama tanam. Berbeda jika menunggu hingga berbuah perlu waktu hingga delapan bulanan,” kata Sudarsa, petani di Bekasi Utara kepada Cendana News, Senin (19/10/2020).

Sudarsa telah menekuni berbagai jenis tanaman di beberapa wilayah baik Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Bahkan dia pernah budidaya kembang kol di di areal persawahan wilayah Bekasi Utara, berhasil. Tapi hanya sekali, karena biaya perawatan dan hama tikus tidak menutupi operasional.

Dari kembang kol, dia beralih mencoba budidaya pohon pepaya tapi yang diambil daunnya. Saat ini dia mengaku sukses, dengan daun pepaya bisa memberi penghasilan lebih mencapai Rp15 jutaan per bulannya.

“Saya budidaya daun pepaya, nanam awalnya 20.000 pohon. Anggap yang hidup 18.000 pohon, satu pohon pepaya dihitung satu ikat. Jadi saya, pertama panen 18.000 ikat,” jelas Sudarsa.

Seminggu kemudian setelah panen kedua, banyak cabang lain hingga lebih banyak. Kembali normal panen daun pepaya setelah keempat kalinya maka pertumbuhannya akan normal. Satu kali tanam pohon pepaya menurut Sudarsa bisa bertahan hingga dua tahun baru bisa bongkar dan tanam lagi. Untuk mendapatkan hasil maksimal ia mengaku tidak menanam tanaman lain di areal tersebut.

“Sebenarnya bisa tumpang sari, seperti di sela-selanya ditanam cabai. Tapi, tidak maksimal biar fokus di daun pepaya saja. Karena sistem tumpang sari bisa menghambat pertumbuhan. Sebulan saya bisa tiga kali panen, kalo tumpangsari bisa 25 hari baru bisa metik daun pepaya lagi,” ujarnya.

Sudarsa, dalam budidaya daun pepaya memilih jenis pepaya Bangkok. Karena daun lebih lebar dan tebal. Daun pepaya Bangkok juga banyak diminati di Pasar Lelang Babelan, Kabupaten Bekasi.

“Agar hasil maksimal perawatan selain rumput juga disemprot gandasil, agar daunnya maksimal,” jelas Sudarsa.

Diketahui Sudarsa, bertani dengan sistem sewa, di atas lahan kisaran 2 hektare di Bekasi Utara per hektare mencapai Rp16 juta. Dia mengaku melakukan budidaya berbagai jenis tanaman yang memiliki nilai jual maksimal dalam sekali panen.

“Jadi paling sekali panen biaya panen sewa sudah cabut,” tukasnya.

Lihat juga...