Budidaya Kurma di Pekarangan, Hasilkan Jutaan Rupiah per Bulan

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Seorang warga Sleman, berhasil membudidayakan pohon kurma di lahan pekarangan rumah miliknya. Mendatangkan berbagai jenis biji kurma dari luar negeri, ia menyemainya sendiri untuk kemudian dijual dalam bentuk bibit siap tanam.

Siapa sangka dari usahanya itu, ia mampu mendapatkan penghasilan hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Dialah Paryoto, warga Dusun Karangasem, Sendangtirto, Brebah, Sleman, Yogyakarta.

Berawal dari hobi menanam, lelaki berjenggot ini mengaku memulai usaha budidaya kurma sejak tahun 2016 silam. Ia menyebut, saat itu tren pohon kurma memang sedang naik di Indonesia. Banyak masyarakat tertarik menanam pohon kurma karena berbagai kelebihan yang dimilikinya.

“Tahun 2015 itu kan pohon kurma sedang booming. Karena memang kurma banyak disebut di dalam Al-Qur’an maupun Hadis dengan berbagai kelebihan dan manfaatannya. Dari situlah saya tertarik untuk ikut membudidayakan. Apalagi saat itu ada seorang teman yang mendukung dan membantu saya,” katanya saat ditemui Cendana News, Sabtu (3/10/2020).

Saat awal membudidayakan pohon kurma, Paryoto, mengaku nekat. Pasalnya meski banyak orang meremehkannya, ia tetap teguh untuk mendatangkan langsung benih biji kurma dari luar negeri. Sebanyak 500 bibit kurma pun ia datangkan melalui seorang temannya. Ada 5 jenis pohon kurma saat itu. Baim itu kurma dari Arab Saudi, Mesir, Yordania, hingga Thailand dan India.

“Saat itu saya berpikir, yang penting menanam saja. Tidak usah memikirkan ini jangan atau betina. Saya yakin berkahnya pasti ada,” ungkapnya.

Selama beberapa tahun berjalan, ternyata usaha budidaya kurma yang dijalani Paryoto mulai menampakkan hasil. Sebagian benih-benih kurma yang ia semai mulai tumbuh tunas dan menjadi bibit pohon kurma. Bahkan ada beberapa pohonnya yang bisa berbuah. Dari situlah ia kemudian banyak membagikan ilmunya dalam membudidayakan kurma itu lewat media sosial.

Siapa sangka, ternyata bayak orang yang kemudian tertarik untuk belajar membudidayakan kurma sekaligus membeli bibit pohon kurma dari Paryoto. Hingga sekarang, banyak masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia rela jauh-jauh datang ke rumah Paryoto hanya untuk sekadar belajar mengenai budidaya kurma.

“Akhirnya banyak yang datang ke sini untuk belajar budidaya pohon kurma. Mulai dari Jakarta, Sumatera, Aceh, Kalimantan hingga NTB. Biasaya selain belajar, mereka juga membeli bibit kurma dari sini untuk dibawa ke daerah masing-masing,” katanya.

Kini, memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 1000 meter, Paryoto memiliki sekitar 10 ribu bibit kurma berbagai jenis. Mulai dari jenis Ajwa dari Arab Saudi, Barhi dari Mesir, Zaghloul, Sekkeri, An-Barah, Qalas, KL One asal Thailand hingga Desi asal India. Bibit kurma yang tersedia di tempat Paryoto pun beragam, mulai dari usia 7 bulan, 1 tahun hingga 4 tahun.

“Saat ini saya masih fokus untuk hanya menjual bibit saja. Untuk buah kurma saya belum jual. Karena produksi masih sangat terbatas. Kalaupun sedang panen, langsung habis dipesan secara inden,” ungkapnya.

Harga bibit pohon kurma yang dijual Paryoto sendiri beragam. Mulai dari Rp50ribu untuk usia 7 bulan atau pecah daun setinggi 50cm, hingga Rp500-700ribu untuk pohon kurma usia dua tahun dengan tinggi sekitar 1-1,5 meter.

Dijelaskan, jenis kurma paling favorit antara lain seperti jenis Barhi yang memiliki produktivitas buah cukup tinggi hingga mencapai 200-300 kilogram per tahun per pohon. Serta jenis Ajwa yang memiliki nilai jual paling mahal yakni Rp300 ribu per kilogramnya.

“Dari sisi bisnis, usaha budidaya kurma ini sebenarnya masih sangat terbuka luas karena belum banyak pemainnya. Hanya saja memang butuh waktu cukup lama. Meski begitu, sebenarnya masih lebih menguntungkan jika kita fokus untuk memproduksi dan menjual buahnya. Karena kebutuhan kurma di Indonesia sangat besar dan selama ini masih sangat bergantung pada impor,” ungkapnya.

Lihat juga...