BUMDes Lestari Jaya Optimalkan Pengembangan Kebun Pisang

REJANG LEBONG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lestari Jaya, Desa Sindang Jaya, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini tengah mengembangkan usaha perkebunan pisang di atas lahan seluas dua hektare.

Kepala Desa Sindang Jaya Kecamatan Sindang Kelingi, Andri Jendro, saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu, mengatakan pengembangan usaha perkebunan pisang tersebut saat ini sudah dalam penyiapan lahan yang sebelumnya merupakan lahan tidur dengan posisi berada di lereng bukit dan rawa-rawa.

“Pembukaan perkebunan pisang ini merupakan pengembangan usaha dari BUMDes Lestari Jaya, yang sebelumnya juga sudah membuka toko serba ada atau toserba sejak dua tahun belakangan,” kata dia.

Dijelaskan dia, budi daya tanaman pisang dengan memanfaatkan lahan tidur di desanya tersebut merupakan terobosan baru dengan tujuan memanfaatkan lahan tidur dengan jenis komoditas pisang, selain kopi dan aren yang mayoritas menjadi usaha penghidupan warga setempat.

Pengembangan usaha budi daya tanaman pisang ini, kata dia, sudah dimasukkan dalam pembiayaan dana desa yang saat ini masih proses penyusunan APBDes 2021, dalam bentuk penyertaan modal di BUMDes Lestari Jaya.

Untuk tahap pertama ini pihaknya akan menanam pisang jenis ambon putih dan jantan dengan memanfaatkan bibit lokal yang ada di desa. Kedua jenis pisang ini dinilai memiliki daya tahan hama penyakit serta memiliki nilai jual yang tinggi.

“Harga jual pisang jantan saat ini sudah mencapai Rp2.000 per kg, sedangkan untuk pisang ambon dihargai pembeli Rp3.000 per kg. Budi daya pisang ini kami nilai cukup prospektif dan menjanjikan untuk perekonomian masyarakat Sindang Jaya,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rejang Lebong, Desma Heryana, mengatakan dari 122 desa yang ada di wilayah itu semuanya sudah memiliki BUMDes dengan jenis usaha terbanyak penyewaan tenda, kemudian usaha pertanian, perikanan, wisata dan lainnya.

“Kita selalu mendorong agar desa bisa mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa masing-masing melalui BUMDes sehingga bisa menggerakkan perekonomian masyarakat desa,” terangnya. (Ant)

Lihat juga...