Buntil Pedas, Menu Sehat dari Dedaunan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Di tengah pandemi Covid-19, menu sehat banyak diburu. Salah satunya dalah buntil, menu untuk lauk yang terbuat dari dedaunan.

Salah satu penjual buntil di Purwokertop, Munifah, Sabtu (24/10/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Ada tiga macam buntil, yaitu yang terbuat dari daun pepaya, daun lumbu (talas) dan daun singkong. Lauk ini sangat digemari di Banyumas, selain termasuk makanan sehat, buntil juga mempunyai cita rasa khas.

Salah satu penjual buntil di Purwokertop, Munifah mengatakan, ia selalu membuat buntil dua kali lipat saat hari Sabtu dan Minggu. Sebab, dipastikan pembeli akan meningkat hingga dua kali lipat.

ʺKalau hari biasa saya membuat 200-an buntil, biasanya habis hanya dalam waktu lima jam. Tetapi kalau Sabtu dan Minggu, saya membuat dua kali lipat, sampai 400 buah, terkadang kalau lagi ada pesanan bisa sampai 500 buah,ʺ tuturnya, Sabtu (24/10/2020).

Dari tiga macam jenis buntil yang dijual Munifah, yaitu buntil daun lumbu, daun singkong dan daun pepaya, yang paling banyak laku adalah buntil daun talas, sebab buntil ini mempunyai tekstur yang lebih lembut.

ʺDaun lumbu ini membuatkan harus hati-hati, karena tekstur daunnya lembut dan untuk menghilangkan resiko gatal, sebelum dimasak, daun lumbu harus dijemur terlebih dahulu sampai layu. Kalau buntil daun pepaya ada rasa pahitnya,ʺ terangnya.

Proses pembuatan buntil sederhana, namun dibutuhkan kesabaran karena memakan waktu cukup lama.

Pertama membuat isi buntil yaitu parutan kelapa yang sudah diberi bumbu dan dicampur dengan teri, dimasak hingga menyerupai bumbu kudapan. Setelah itu, dedaunan
tersebut dibentuk bulat-bulat sebesar kepalan tangan dan tengahnya diisi dengan parutan kelapa tersebut. Supaya tetap berbentuk bulat, bagian luar diikat dengan tali bambu.

Bulatan-bulatan daun tersebut kemudian dikukus selama dua jam. Menurut Munifah saat pengukusan pertama selama dua jam ini, tidak boleh dibuka sama sekali. Setelah dua jam, ikatan daun bambu pada masing-masing buntil dilepas dan kemudian dikukus kembali hingga dua jam.

Untuk menambah cita rasa buntil, Munifah juga menyiapkan kuah pedas, namun disajikan terpisah.

Salah satu penggemar buntil, Linawati mengatakan, buntil sangat cocok untuk menu sarapan di pagi hari. Biasanya lauk tambahan hanya perlu kerupuk atau mendoan.

“Harganya murah dan enak untuk lauk, hanya Rp 2.500 per biji, jadi sangat cocok untuk dikonsumsi di tengah pandemi ini, bisa berhemat dan tetap mengkonsumsi makanan sehat,” tuturnya.

Lihat juga...