Bupati Sikka Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Covid-19

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Bupati Sikka, Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan akan memberlakukan jam malam dan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, PSBB efektifberlaku sejak Jumat 2 Oktober 2020 hingga 12 Oktober 2020, untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran wabah Corona dengan terjadinya transmisi lokal.

“Kita akan terapkan PSBB untuk pelayanan publik, tetapi pelayanan publik yang bersifat strategis seperti perbankan dan pertamina, akan berjalan seperti biasa, namun tetap akan ada pembatasan,” kata Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat ditemui awak media usai rapat kordinasi, Kamis (1/20/2020) sore.

Menurut Robi, sapaannya, langkah tersebut diambil guna melakukan upaya penyembuhan dari virus Corona, dengan melakukan isolasi mandiri selama 10 hari dan mengurangi aktivitas.

Ia juga menegaskan, mulai hari ini, Kamis (1/10/2020),  diberlakukan jam malam dan semua aktivitas masyarakat di kantor, rumah ibadat, pasar, rumah makan, kios, toko, kafe, tempat hiburan, dan seluruh aktivitas masyarakat dihentikan hingga pukul 18.00 WITA.

“Selanjutnya setiap orang harus berada di rumah atau tempat tinggal masing-masing. Semua aktivitas keagamaan yang berkaitan dengan mobilisasi massa, dihentikan atau ditiadakan dan dapat dilakukan secara individu di rumah masing-masing dengan mengikuti protokol kesehatan,” ungkapnya.

Robi juga menegaskan, tidak diperkenankan dilaksanakan pesta atau kumpul keluarga, arisan atau kegiatan lainnya di rumah atau tempat umum yang melibatkan banyak orang.

Ia mengatakan, khusus untuk usaha makan minum, kafe, warung, restoran, tidak diperkenankan melayani pelanggan untuk makan di tempat, sehingga semua pesanan diantar atau dibungkus.

“Jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui statusnya, wajib menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung, mulut, hingga dagu dan hand zanitiser,” sarannya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengatakan pihaknya berharap pesta untuk sementara dihentikan, termasuk tempat hiburan malam dan menjauhi kerumunan.

“Kabupaten Sikka masih berpotensi terjadinya transmisi lokal, bukan sudah ada transmisi lokal,” tegasnya, saat ditanya mengenai pernyataan bupati yang menyampaikan sudah ada transmisi lokal.

Petrus juga menyebutkan, terkait apakah Bupati dan Dandim 1603/Sikka layak diswab karena berinteraksi dengan Prabinsa yang positif Covid-19, ia menyebutkan akan dilakukan pengkajian.

Lihat juga...