Cegah Banjir di Kota Semarang, Rumah Pompa Dioptimalkan

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Jelang musim penghujan, pencegahan bencana banjir menjadi prioritas utama Pemkot Semarang. Terlebih diperkirakan pada tahun ini, curah hujan akan lebih tinggi seiring fenomena La Nina.

“Banjir masih menjadi potensi persoalan yang kita hadapi selama musim penghujan. Untuk itu, perlu dilakukan antisipasi. Terutama untuk perawatan rumah pompa, sebab keberadaan rumah pompa ini menjadi pengendali utama pencegahan banjir di Kota Semarang, ” papar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung, saat ditemui di kantornya, di Semarang, Selasa (20/10/2020).

Sejumlah wilayah di Kota Semarang yang berpotensi mengalami banjir, diantaranya di Genuk, Jalan Gajah, Tlogosari, Muktiharjo, Simongan, hingga Jalan WR Supratman.

Sejauh ini, dari anggaran Rp 12 miliar untuk penanganan banjir dan rob di Kota Semarang, hingga akhir 2020, salah satu pengeluaran terbesar untuk biaya perawatan rumah pompa dan pengadaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin pompa.

“Selain itu juga untuk normalisasi saluran, karena penyebab utama banjir di Kota Semarang sering kali disebabkan adanya sumbatan sampah maupun sedimentasi di saluran air. Sekarang ini, sudah ada sekitar 32 titik saluran yang yang dilakukan pembersihan,” ungkapnya.

Di lain sisi, pihaknya juga meminta kesadaran masyarakat, untuk membuang sampah pada tempatnya. “Upaya kita untuk menjaga agar Kota Semarang tidak banjir ini, juga kita minta diikuti oleh perilaku masyarakat. Khususnya, dengan tidak membuang sampah ke saluran air atau sungai. Sampah-sampah yang dibuang ini, sering menjadi sumbatan, bahkan masuk ke pompa air, ” tegasnya.

Lebih jauh dipaparkan, dalam optimalisasi kinerja sekaligus pengawasan rumah pompa, pihaknya juga menyiagakan kamera pengawas.

“Ada sebanyak 87 CCTV atau kamera pengawas, yang terpasang di rumah pompa. Jadi bisa kita pantau secara online. Ketika ada kenaikan volume air, bisa segera kita ketahui dan dilakukan tindakan. Termasuk ketika ada kerusakan pompa,  juga bisa kita pantau,” tandas Rianung.

Peningkatan pengawasan dan pemantauan pencegahan banjir, juga disampaikan Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto.

“Karena ini sudah mulai musim hujan DPU harus tanggap darurat. Saya kira DPU sudah mempersiapkan itu. Termasuk melakukan pembagian tugas. Begitu terjadi banjir di tempat tertentu, petugas harus langsung bergerak cepat untuk mendatangkan mesin pompa, atau mengoptimalkan rumah pompa yang ada,” terangnya. .

Terkait anggaran perubahan untuk penanganan banjir, juga sudah disahkan dan berjalan, sehingga kebutuhan sarana prasarana, hingga SDM yang dibutuhkan dalam upaya pencegahan banjir bisa dilakukan secara optimal.

Lihat juga...