Daftar Tunggu Haji Aceh Mencapai 123 Ribu Orang

Jamaah haji debarkasi Aceh usai mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar – Foto Dok Ant

BANDA ACEH – Hingga pertengahan Oktober 2020, daftar tunggu pemberangkatan haji di Aceh mencapai 123 ribu calon jamaah haji. Masa tunggu pemberangkatan dari Tanah Rencong saat ini mencapai 30 tahun.

“Masa tunggu Provinsi Aceh mencapai 30 tahun, ini menunjukkan animo beribadah haji dan kemampuan ekonomi masyarakat semakin membaik,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh, Dr Iqbal, MA, di sela-sela acara Jagong Masalah Haji dan Umrah (Jamarah) di Banda Aceh, Senin (19/10/2020).

Penambahan masa tunggu tersebut disebabkan, karena adanya wabah pandemi COVID-19, sehingga di 2020 ini para jamaah haji asal Aceh bahkan Indonesia, secara umumnya gagal diberangkatkan. Menurutnya, jamaah Indonesia gagal berangkat haji pada 2020 karena Pemerintah Arab Saudi tidak menerima kedatangan para jamaah internasional. Hingga di 2021, peluang keberangkatan haji bagi jamaah Indonesia juga masih belum jelas.

Pemerintah Indonesia masih menunggu kebijakan terbaru dari Arab Saudi. “Kalau kondisi normal kembali, maka ibadah haji dilaksanakan sebagaimana biasa. Jika juga kondisi belum normal, jika diizinkan Saudi maka akan disesuaikan dengan kuota Arab Saudi,” katanya.

Jika keadaan pandemi ini terus berlanjut atau belum kembali normal, maka kemungkinan juga tahun depan, tidak ada pemberangkatan haji lagi. Begitu juga dengan ibadah umrah, meskipun Pemerintah Arab Saudi telah mulai membuka kembali pelaksanaan ibadah umrah, tetapi masih dikhususkan bagi jamaah domestik.

“Memang Arab Saudi telah membuka, tapi 3.000-an jamaah umrah Aceh belum bisa berangkat, atau masih menunggu keputusan dari Arab Saudi. Kita tidak boleh berputus asa. Banyak hal yang bisa kita lakukan, misalnya dengan manasik, bimbingan bagi jamaah, sehingga saatnya berangkat sudah cukup miliki pengetahuannya,” pungkas Iqbal. (Ant)

Lihat juga...