Damandiri Salurkan Bansos Ratusan Juta untuk Masyarakat Desa Madura

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Yayasan Damandiri gencar menyalurkan bantuan sosial di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap hingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Total bantuan yang diberikan mencapai Rp 505 juta lebih.

Bantuan yang disalurkan melalui Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera Desa  Madura ini, mulai dari program lantainisasi senilai Rp 303 juta, kemudian program jambanisasi senilai Rp 141,5 juta, gerobak rakyat Rp 16 juta dan bea siswa untuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) senilai Rp 8.7 juta.

Selain itu juga ada bantuan untuk peralatan posyandu sebesar Rp 3 juta serta bantuan alat permainan edukatif (APE) indoor Rp 6 juta.

Ketua Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera Desa Madura, Puji Heri Santoso mengatakan, untuk program lantainisasi diberikan kepada 220 kepala keluarga (KK) pra sejahtera dan jambanisasi untuk 282 keluarga.

Dari pendataan yang dilakukan pihak koperasi, jumlah keluarga pra sejahtera di Desa Madura ada 598 kepala keluarga, dari total jumlah KK sebanyak 3.340. Dan sebagian besar dari keluarga pra sejahtera, belum memiliki jamban, sertai lantainya masih dari tanah. Karena itu, Yayasan Damandiri langsung menyalurkan bantuan lantainisasi dan jambanisasi.

“Untuk program lantainisasi ini, diberikan secara bertahap. Ada tiga tahap, pertama sebanyak 72 rumah, kemudian 78 rumah dan 20 rumah, total anggaran Rp 303 juta untuk 220 rumah,” terang Puji Heri, Minggu (4/10/2020).

Sebelumnya juga ada bantuan bedah rumah diberikan untuk 10 rumah yang dinilai masuk kategori keluarga pra sejahtera. Satu rumah mendapatkan bantuan Rp 25 juta, dengan peruntukan Rp 20 juta untuk pembangunan rumah, Rp 2.500.000 untuk pembangunan warung sebagai tempat usaha dan Rp 2.500.000 untuk modal usaha.

“Sekarang sudah banyak warga Desa Madura yang mempunyai rumah sehat dan nyaman berkat bantuan Yayasan Damandiri,” tuturnya.

Hanya saja, mulai pandemi Covid-19, berbagai bantuan yang disalurkan terhenti. Banyak masyarakat yang menanyakan ke koperasi tentang bantuan dari yayasan, namun situasi pandemi tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang.

Salah satu penerima bantuan dari pihak yayasan, Atimah warga Desa Madura mengatakan, sebelumnya kondisi rumahnya nyaris roboh, berlantai tanah dan berdinding bilik dari anyaman bambu. Sekarang berkat program bedah rumah, rumah yang ditempatinya sudah permanen dan berlantai bersih.

“Sekarang rumahnya sudah nyaman, tidur jadi nyenyak tidak takut lagi rumah roboh dan kalau salat juga lebih enak, lantainya bersih, sudah bukan tanah lagi,” katanya.

Lihat juga...